Akurat Logo

Cara Menghitung Keuntungan Ternak Lele dengan Mudah, Lengkap Beserta Contohnya

Redaksi Akurat | 6 Agustus 2026, 20:45 WIB
Cara Menghitung Keuntungan Ternak Lele dengan Mudah, Lengkap Beserta Contohnya
Ikan Lele

AKURAT.CO Dengan kita mengetahui keuntungan dari ternak lele, maka kita dapat menganalisa apakah usaha budidaya yang dijalankan dapat menghasilkan laba atau justru mengalami kerugian.

Perhitungan ini juga membantu peternak dalam mengevaluasi biaya produksi, menentukan harga jual, hingga menyusun strategi agar keuntungan terus meningkat.

Pada dasarnya, keuntungan usaha ternak lele diperoleh dari selisih antara total pendapatan hasil penjualan dengan seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses budidaya.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Anya Geraldine, Ternak Lele hingga Apartemen Mewah

Rumus Menghitung Keuntungan Ternak Lele

Rumus menghitung keuntungan ternak lele cukup sederhana, yaitu:

Keuntungan = Total Pendapatan − Total Biaya Produksi

Keterangan:

  • Total Pendapatan = Jumlah lele yang terjual × Harga jual per kilogram.

  • Total Biaya Produksi meliputi seluruh pengeluaran selama masa budidaya, seperti pembelian benih, pakan, obat-obatan, listrik, air, tenaga kerja, hingga biaya operasional lainnya.

Dengan menggunakan rumus tersebut, peternak dapat mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh dalam setiap siklus panen.

Contoh Perhitungan Keuntungan Ternak Lele

Misalnya, seorang peternak menebar 2.000 ekor benih lele dan berhasil memanen sebanyak 450 kilogram lele siap jual.

Apabila harga jual lele sebesar Rp28.000 per kilogram, maka total pendapatan yang diperoleh adalah:

450 kg × Rp28.000 = Rp12.600.000

Selama masa budidaya, biaya produksi yang dikeluarkan meliputi:

  • Benih: Rp700.000

  • Pakan: Rp5.200.000

  • Obat dan vitamin: Rp300.000

  • Listrik dan air: Rp350.000

  • Biaya operasional lainnya: Rp450.000

Sehingga total biaya produksi menjadi:

Rp7.000.000

Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh adalah:

Rp12.600.000 − Rp7.000.000 = Rp5.600.000

Dari contoh tersebut, peternak memperoleh keuntungan sebesar Rp5.600.000 dalam satu kali panen.

Baca Juga: Untung Melimpah Dari Ternak Lele Bioflok

Faktor yang Memengaruhi Keuntungan Ternak Lele

Besarnya keuntungan tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah hasil panen, tetapi juga oleh beberapa faktor berikut:

  • Harga pakan yang menjadi komponen biaya terbesar dalam budidaya.

  • Tingkat kelangsungan hidup ikan (survival rate).

  • Harga jual lele di pasaran.

  • Kualitas air dan pengelolaan kolam.

  • Efisiensi pemberian pakan agar tidak terjadi pemborosan.

Semakin baik pengelolaan faktor-faktor tersebut, semakin besar peluang memperoleh keuntungan yang optimal.

Tips Meningkatkan Keuntungan Budidaya Lele

Agar usaha ternak lele semakin menguntungkan, peternak dapat menerapkan beberapa strategi berikut:

  • Memilih benih lele yang sehat dan berkualitas.

  • Memberikan pakan sesuai kebutuhan ikan.

  • Menjaga kualitas air kolam secara rutin.

  • Mencegah penyakit dengan perawatan yang tepat.

  • Menjalin kerja sama dengan pengepul, rumah makan, atau pelaku usaha kuliner agar hasil panen lebih mudah dipasarkan.

Selain itu, mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran juga penting untuk mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih akurat.

Dengan manajemen yang baik, budidaya lele memiliki potensi memberikan keuntungan yang stabil dan berkelanjutan bagi para peternak.

Dinda Nur Syafitri (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R