Gen Kami: Gibran Adalah Angin Segar Representasi Anak Muda Dalam Kepemimpinan Nasional

AKURAT.CO Majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres dalam kontestasi Pilpres 2024 adalah angin segar bagi representasi anak muda dalam kepemimpinan nasional. Hal ini diungkapkan Ketua Gerakan Komunitas Aktivis Milenial (Gen Kami), Ilham Latupono.
Meski sejumlah pihak mengatakan bahwa representasi tersebut adalah ilusi, dan tak lebih dari pemanfaatan akses karena Gibran adalah putra Presiden Jokowi, justru Gen Kami melihat dari sisi sebaliknya.
Menurut Ilham, ini hanyalah sebuah upaya yang baik ketika kaum muda kerap dianggap 'anak ingusan', belum layak mengikuti kontestasi kekuasaan, karena dinilai kurang pengalaman.
"Ya, ini biasa di generasi kami, melihat peluang yang ada dalam sebuah kompetisi. Apalagi dalam kompetisi yang disesaki sama orang yang itu-itu saja, yang mungkin akan menutup ruang bagi kalangan muda," ucap Ilham dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2023).
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Senang Terima Dukungan Bravo 5 Binaan Luhut Binsar
Menurutnya, di era disrupsi dan kemajuan ini, pandangan politik pun bisa mengalami pergeseran, dari paham-paham dan cara lama ke gaya kepemimpinan yang lebih segar dan lebih relevan.
"Saya yakin setelah ini ruang-ruang bagi kalangan muda dalam kepemimpinan nasional akan terbuka lebar. Apatisme terhadap politik yang selama ini dilekatkan kepada (generasi) milenial dan gen-z akan runtuh," kata Ilham.
Ilham pun menganalogikan dinamika politik ini pada teknologi baru yang selalu mendisrupsi bisnis lama dan pola-pola usang.
"Awalnya orang khawatir dan sulit menerima cara baru ini, tapi nyatanya tak butuh waktu lama semua ikut merasakan kemudahan dan dampak positifnya. Dan saat ini, Indonesia membutuhkan kemajuan yang cepat, profesional, dan kreatif dari tangan-tangan pemimpin muda."
Baca Juga: 5 Film Indonesia Terbaik Yang Harus Ditonton Minimal Sekali Seumur Hidup
Dia meyakini, di tangan pemimpin muda, kekuasaan hanyalah alat yang perlu diraih melalui demokrasi.
"Orientasinya tetap kemaslahatan dan masa depan negeri. Kekuasaan hanyalah instrumen, bukan tujuan. Dan, Gibran adalah disrupsi dalam politik kekuasaan itu sendiri," ucapnya.
Sementara itu, sambung Ilham, tidak semua kalangan senior mengalami krisis eksistensi. Masih banyak pula sosok-sosok yang dituakan yang terbuka dan memberikan ruang bagi kalangan muda.
"Senior-senior seperti ini jelas ada pada sosok Pak Prabowo, dan masih banyak lagi. Kami sangat menghormati senior yang open minded seperti itu," tandasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









