AKURAT.CO - Keputusan Prabowo Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres pendampingnya di Pilpres 2024 sejauh ini bisa disimpulkan tepat. Terbukti putra sulung Presiden Jokowi itu bisa mengerek suara dukungan untuk Prabowo.
"Kita menemukan data yang berbeda sedikit dengan SMRC. Jawa Tengah bisa kita buat breakdown meski masih butuh survei khusus tetapi dari gambaran terlihat ada Gibran effect," kata peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby dalam Gelora Talks bertajuk 'Adu Kuat di Jawa Tengah: Ganjar Vs Gibran seperti dikutip dari YouTube Gelora TV, Kamis (23/11/2023).
Efek Gibran kata Adjie, terkait langsung dengan Jokowi karena dianggap punya kedekatan secara langsung. Dia mencontohkan suara Prabowo di Jawa Tengah mengalami kenaikan setelah publik di sana tahu Prabowo maju Pilpres berpasangan dengan Gibran.
Baca Juga: Survei LSI Denny JA: 40,2 Persen Pemilih Ganjar Pindah ke Anies
"Jadi di Jawa Tengah ini ada perubahan. Di bulan sebelumnya, September 2023, saat itu Pak Prabowo kalah telak dengan Ganjar sekitar 70 persen dan Prabowo sekitar 10,2 %. Namun, sebulan kemudian ada kenaikan elektalibitas Pak Prabowo dari 10 % naik ke 24 %," jelasnya.
"Dukungan Pak Jokowi pada Pilpres lalu, di Jawa Tengah sekitar 77 % itu, cukup signifikan. Ketika kemudian publik melihat asosiasi yang akan melanjutkan Pak Jokowi ini adalah Gibran maka secara perlahan dan pasti, ada pergeseran pemilih yang cukup besar dari sebelumnya ada di Ganjar beralih ke Prabowo," tambahnya.
Dia mengatakan LSI Denny JA telah melakukan survei nasional mengenai potret perkembangan pasangan calon pada 6-13 November lalu. Secara umum terjadi perubahan tren elektabilitas.
"Yang menarik dan mengejutkan adalah adanya perubahan-perubahan elektabilitas di ketiga capres. Prabowo-Gibran trennya angkanya naik dari survei sebelumnya dari 36 % naik menjadi 40 persen," kata Adjie Alfaraby.
Baca Juga: Sering Kalah Survei, Ganjar Tepis Elaktabilitasnya Turun
Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD secara mengejutkan mengalami penurunan sekitar 6 persen dari 35% ke 28,6 %. Lalu, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mengalami kenaikan dari 15 % ke 20 %.
"Catatan kita, bahwa pasca putusan Mahkamah Konstitusi dan deklarasi Prabowo Gibran, lalu munculnya kritik-kritik soal hukum, demokrasi, isu dinasti dan lain-lain, ternyata tidak punya implikasi serius. Atau tidak punya efek elektoral negatif kepada pasangan Prabowo-Gibran," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









