Akurat
Pemprov Sumsel

Gaspol Bantu Ganjar Safari Politik, Siti Atikoh Suarakan Program untuk Petani

Paskalis Rubedanto | 6 Desember 2023, 17:20 WIB
Gaspol Bantu Ganjar Safari Politik, Siti Atikoh Suarakan Program untuk Petani

AKURAT.CO Safari politik berlanjut, istri calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, memastikan pasangan Ganjar-Mahfud akan bergerak cepat dan sat set dalam menangani masalah di bidang pangan nasional. Terlebih menyangkut keluhan petani atas harga sembako yang tidak stabil dan merugikan, sementara konsumen juga mengeluh ketika harga naik.

Hal itu disampaikan Atikoh setelah mendapatkan aspirasi dalam pertemuan dengan Komunitas Wanita Tani (KWT) dan Pameran Produk UMKM di Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu (6/12/2023). 

Di dalam pertemuan itu, Atikoh menerima curahan hati seorang ibu petani soal bagaimana petani kerap dirugikan ketika harga-harga meninggi, tapi harga di tingkat petani justru rendah. Ketika harga sedang tinggi, pemerintah justru melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga.

Baca Juga: Siti Atikoh Ultah Ke-52, Didoakan Santri Dan Jemaah Majlis Taklim Ponpes Al Washilah

Atikoh menilai hal tersebut merupakan bagian dari permasalahan kedaulatan pangan Indonesia. Ada kondisi seperti dua posisi mata uang. Baginya harus ada keberpihakan kepada petani. Karena harga produksi, misal beras, di tingkat petani juga cukup tinggi. 

Untuk biaya tenaga kerja, bibit, pupuk. Sehingga ketika harga naik turun, terkadang biaya produksi tak terpenuhi dengan harga jual yang ada. Di sisi lain, seandainya harga naik, warga yang menjadi konsumen yang berteriak.

"Tentu ini harus ada bagaimana kita ada formula. Tentu harus ada subsidi. Subsidinya seperti apa? Apakah bentuknya subsidi harga (di pasar) atau pemerintah yang menampung hasil (petani) dengan harga yang cukup sehingga mereka mendapat keuntungan yang cukup," kata Atikoh. 

Ia mengatakan, dengan adanya formula yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatasi melambungnya harga bahan pokok, maka masyarakat akan merasakan adanya keberpihakan. 

"Mereka merasa keberpihakan Pemerintah itu ada, Pemerintah itu hadir ketika petani itu membutuhkan," tuturnya. 

Selain itu, ada permasalahan dimana petani harus selalu diingatkan untuk membangun lumbung keluarga terlebih dahulu. Artinya, sebagian dari produksi mereka disimpan untuk konsumsi sendiri.

Sebab kerap terjadi, kata Atikoh, ketika semua produksi padi dijual, petani harus membeli beras dengan harga yang lebih mahal.

"Karena ada beberapa petani ketika harga naik justru mereka sebagai konsumen,” imbuh Atikoh.

Dirinya juga menilai harus ada upaya lebih jauh dalam mengatasi masalah pangan tersebut dengan menelisik ke dalam rantai distribusi produk pangan.

“Nah ini rantai distribusinya perlu diformulakan lagi karena titiknya bisa sampai 9 dari mulai produksi ke tingkat konsumen," sambungnya. 

Saat berbicara di hadapan ibu-ibu KWT, Atikoh sempat menyebut salah satu program yang disiapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

“Kalau program Mas Ganjar sih ingin memerkuat posisi Bulog agar stabilitas harga dan ketersediaan pangan bisa pro petani,” kata Atikoh.

Baca Juga: Siti Atikoh Kenang Mbah Hisyam, Sosok Kakek Yang Ahli Agama Dan Ilmu Falak

Atikoh juga sempat menekankan bahwa dirinya mencatat seluruh yang disampaikan masyarakat untuk disampaikan kepada Ganjar. Istilahnya adalah ‘belanja masalah.’

“Intinya kita harus bersama bergotong-royong agar kedaulatan pangan di negara ini terwujud. Karena jika kedaulatan pangan terjaga, Indonesia akan menjadi negara tangguh,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.