Kisruh Sudirman Said vs Ahmad Ali Coreng Citra Nasdem Sekaligus Ancam Keutuhan Pendukung Amin
Citra Puspitaningrum | 2 Januari 2024, 15:07 WIB

AKURAT.CO Silang pendapat antara Sudirman Said dengan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, memperkeruh internal pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin).
Harapan untuk memenangkan pasangan capres nomor urut 1 itu pun mulai terancam oleh kroninya sendiri.
Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farhan, mengatakan, perbedaan pendapat soal komunikasi politik yang digaungkan Sudirman Said dan dibalas tendensius oleh Ahmad Ali memunculkan narasi pesimistis bagi pasangan Amin.
Sebab, polemik itu dapat memicu perpecahan antara kubu relawan Anies Baswedan dengan barisan partai pengusung.
"Ancamannya itu soliditas tim, padahal soliditas ini menjadi variabel penting dalam pemenangan. Walaupun perbedaan itu wajar tetapi kalau disampaikan ke publik justru membuat soliditas menjadi terancam," jelasnya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (2/12/2023).
Menurut Yusak, silang pendapat yang seolah sengaja dipublikasikan ke publik justru malah menimbulkan konflik.
Ia berpendapat jika memang terjadi konflik di internal Timnas Amin lalu bagaimana cara untuk menenangkan Anies dan Cak Imin yang digadang-gadang memiliki basis massa terbanyak.
"Konsekuensinya konflik ini jika tidak diselesaikan sampai akarnya akan pasti akan berdampak pada posisi politik Anies-Cak Imin," ujarnya.
Yusak menilai, pandangan Sudirman Said soal komunikasi politik yang dianggap harus dilakoni setiap kontestan untuk menambah kekuatan justru memang diperlukan. Pasalnya, dalam dunia politik istilah tidak ada lawan yang abadi merupakan keniscayaan dalam berpolitik tak terkecuali di Indonesia.
"Saya kira tidak ada yang permanen dan tidak ada yang abadi di dalam politik. Musuh bisa menjadi kawan," ucapnya.
Lebih lanjut, Dekan FISIP Universitas Sutomo ini menuturkan prahara yang terjadi di dalam tubuh koalisi pendukung harus diselesaikan jangan sampai menjadi penyebab Anies-Cak Imin gagal dalam Pilpres 2024.
Nasdem sebagai pemimpin koalisi yang menginginkan perubahan harus konsisten untuk memenangkan pasangan Amin, bukan membuat polemik di internal.
"Posisi politik saat ini masih belum aman, masih bisa berubah karena pergerakan dukungan masih sangat dinamis. Jangan membuat dukungan yang sudah ada berbelok karena polemik Sudirman Said dan Nasdem," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








