Bantah Tim Prabowo-Gibran Cuma Bisa Joget, TKN Luncurkan Buku Politik Gemoy
Atikah Umiyani | 4 Januari 2024, 22:27 WIB

AKURAT.CO Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran tidak setuju ketika pihaknya dicap hanya bisa berjoget. TKN pun membuktikan dengan menerbitkan buku bertajuk "Politik Gemoy: Keberpihakan Pemuda pada Prabowo-Gibran."
Komandan TKN Fanta, Arief Rosyid Hasan menjelaskan, buku ini mengupas bagaimana narasi politik riang gembira ikut mewarnai jalannya Pilpres 2024. Peluncuran buku ini menjadi jawaban atas tudingan-tudingan yang dialamatkan ke tim Prabowo-Gibran.
"Peluncuran buku ini sekaligus menjawab tuduhan atau cacian bahwa tim Prabowo-Gibran ini cuma bisa joget saja," kata Arief di Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Arief menjelaskan, buku Politik Gemoy berisi gagasan politik Prabowo-Gibran yang mengutamakan pengembangan pemuda. Salah satunya dengan menempatkan anak muda dalam posisi strategis menyambut bonus demografi Indonesia sebagai titik awal menuju Indonesia Emas 2045.
"Kesuksesan kita memeroleh bonus demografi, kalau anak mudanya tidak lagi sekadar jadi pemanis dan peraup suara di panggung politik," kata Arief.
Arief mengatakan, penempatan anak muda di posisi strategis telah ditunjukkan Prabowo dengan menunjuk Gibran sebagai cawapres. Langkah ini menjadi pembeda antara Prabowo dengan dua kontestan pilpres lainnya yang tidak menempatkan anak muda di posisi strategis.
Dengan menunjuk Gibran sebagai cawapres, Arief mengatakan, upaya untuk mengembangkan sektor kepemudaan tentu akan lebih maksimal.
"Itu yang kita harapkan dari momentum pilpres 2024 ini, karena kita menganggap pilpres 2024 menjadi pintu masuk apakah berhasil memperoleh Indonesia emas 2045 atau gagal selamanya. Kalau kita salah memilih pemimpin yang tidak mengarusutamakan pemuda, maka kita akan gagal selamanya memeroleh Indonesia emas," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






