Prabowo-Gibran Bertekad Perkuat Politik Luar Negeri Bebas Aktif Dalam Membangun Hubungan Internasional

AKURAT.CO Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, telah menyatakan komitmen mereka untuk melanjutkan dan memperkuat politik luar negeri Bebas Aktif Indonesia jika terpilih dalam Pilpres 2024.
Mereka berencana menerapkan prinsip ini sebagai bagian dari 17 Program Prioritas mereka, yang menekankan pentingnya membangun hubungan internasional yang bermartabat dan mengedepankan kemerdekaan serta kedaulatan Indonesia.
Salah satu tujuan utama dari politik luar negeri ini adalah menciptakan perdamaian dan stabilitas, yang dianggap penting untuk pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Selama acara yang diselenggarakan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Prabowo menggarisbawahi pentingnya menjaga hubungan baik dengan semua negara dan menolak bergabung dengan blok kekuatan manapun.
Ia berargumen bahwa pendekatan politik luar negeri yang netral dan independen ini akan membawa kondusifitas dan stabilitas, yang pada gilirannya akan mendorong investasi asing dan penciptaan lapangan kerja.
"Prinsip politik luar negeri Indonesia tidak berpihak pada blok manapun. Saya berkomitmen untuk meneruskan dan memperjuangkannya. Ini bukan tradisi semata, tetapi juga keinginan rakyat Indonesia," ujarnya dikutip dari YouTube CSIS, Sabtu (6/1/2024).
Prabowo juga menekankan bahwa politik luar negeri Bebas Aktif tidak hanya berfokus pada kepentingan nasional, tetapi juga pada kontribusi terhadap perbaikan kondisi global, termasuk upaya penyelesaian konflik internasional seperti di Ukraina dan Gaza.
Menurutnya, Indonesia harus terus berperan aktif dalam diplomasi bilateral dan multilateral untuk mendukung perdamaian dan pengembangan global.
Baca Juga: Saipul Jamil Teriak Histeris Saat Ditangkap, Kuasa Hukum: Dia Ketakutan
Secara keseluruhan, visi Prabowo-Gibran untuk politik luar negeri menunjukkan komitmen mereka terhadap prinsip Bebas Aktif yang telah lama menjadi kebijakan Indonesia.
Mereka berharap dengan melanjutkan dan memperkuat pendekatan ini, Indonesia tidak hanya akan memperkuat kedaulatannya dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, tetapi juga akan berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian global
Komitmennya terhadap posisi Indonesia dalam hubungan internasional bisa terlihat dalam visi-misinya.
Dalam kerangka visi dan misi mereka tentang kebijakan luar negeri dan geopolitik, Prabowo-Gibran menekankan beberapa aspek utama.
Pertama, mereka bermaksud untuk menghentikan tindakan teroritik, meningkatkan dana pertahanan, dan memajukan peralatan militer.
Baca Juga: Jubir Prabowo Pastikan Panelis dari Unhan Independen, Tidak Terlibat Politik Praktis
Kedua, mereka berencana memperkuat upaya diplomasi untuk mendukung kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, termasuk usaha untuk mendirikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Palestina.
Ketiga, mereka akan memperbesar kapasitas dan keamanan jaringan telekomunikasi dan teknologi informasi dari serangan siber dengan memperkuat badan pertahanan siber.
Keempat, mereka bertujuan untuk memperkokoh strategi diplomasi maritim guna mempertegas kedaulatan serta meningkatkan keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kelima, mereka ingin mengembalikan kehormatan dan pengaruh politik luar negeri Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan dihormati di kancah internasional.
Ketujuh, mereka bertekad meningkatkan pelayanan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.
Dengan mendorong politik luar negeri bebas aktif, visi-misi yang dibawa ini akan didampingi oleh tujuannya untuk menjaga posisi Indonesia sebagai negara yang kuat dalam hubungan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










