AKURAT.CO Usulan Presiden Jokowi yang meminta format debat Pilpres 2024 terlalu naif karena mendasari pada adanya serangan personal. Jokowi yang pernah mengikuti debat tentu tahu adanya strategi mempertahankan argumentasi dan menyerang ketika debat.
Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Adriana Elisabeth mengakui debat yang sehat harus fokus pada substansi. Namun gaya argumentasi maupun menyerang program atau kebijakan kandidat juga tak kalah penting karena menunjukkan personalitas kontestan.
“Debat yang baik harus fokus pada substansi terkait program tetapi teknik debat juga penting, misalnya mempertahankan argumentasi dan/atau menyerang. Kalau masalah cara menjawab sangat bergantung pada gaya kepemimpinan yang dipengaruhi oleh personality,” kata Adriana, di Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Presiden Jokowi mengeluhkan format debat dan mengusulkan adanya perubahan agar lebih menonjolkan program. KPU telah menyatakan menolak mengubah format karena teknis debat digelar berdasarkan kesepakatan dengan masing-masing paslon.
Gelaran debat, lanjut Adriana, memiliki plus-minus karena setiap kandidat diharuskan menguasai tema perdebatan sekalipun tidak harus menyentuh hal teknis. Namun performa debat penting karena sedikitnya bisa memengaruhi atau merebut 10 persen suara pemilih mengambang.
Baca Juga: KPU Tegaskan Ogah Turuti Permintaan Jokowi Soal Format Debat Capres
Adriana mengeritisi performa masing-masing capres pada debat ketiga Pilpres 2024 yang gagal mengangkat isu relevan dan berkaitan dengan tema. Padahal langkah tersebut penting untuk memastikan capres bukan hanya memahami tema tetapi memiliki strategi untuk mengarasinya.
“Sebaiknya setiap paslon fokus pada beberapa agenda tapi yang sifatnya interkoneksi sehingga tawaran kebijakan akan berdampak positif pada perbaikan sektor lain yang relevan. Misalnya penanganan terorisme dikaitkan dengan narkoba karena ada isu narcoterrorism, sehingga pendekatannya tidak selalu parsial tetapi lintas sektor,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








