Jokowi Tak Mau Pengakuan Memihak dan Berkampanye Ditarik-tarik

AKURAT.CO Presiden Jokowi kembali menegaskan memiliki hak untuk memihak dan berkampanye. Namun kali ini Jokowi memberi penekanan agar pengakuannya tidak ditarik-tarik dan ditafsirkan secara liar.
Dirinya memberi klarifikasi bahwa pernyataan yang disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, belum lama ini. Eks Gubernur DKI dan Wali Kota Solo menegaskan memberi pernyataan untuk menjawab pertanyaan wartawan.
“Ada pertanyaan dari wartawan mengenai menteri boleh kampanye atau tidak, saya sampaikan ketentuan dari peraturan perundang-undangan,” kata Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan daring dari Istana Bogor, Jumat (26/1/2024).
Baca Juga: Jokowi Merasa Punya Hak Memihak, Cak Imin Sedih
Dia merasa hanya menyampaikan ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan. Khususnya Pasal 281 dan Pasal 299 UU Pemilu. Jokowi menolak pernyataannya itu diinterpretasi lain.
"Itu yang saya sampaikan ketentuan mengenai UU pemilu, jangan ditarik kemana-mana," kata ayahanda dari cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming.
"Sudah jelas semua kok, sekali lagi jangan ditarik kemana-mana, jangan diinterpretasikan kemana-mana, saya hanya menyampaikan ketentuan perundang-undangan karena ditanya," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







