Jelang Hari Pencoblosan, Menag Imbau Masjid Tak Digunakan Sebagai Tempat Agenda Politik Praktis

AKURAT.CO Hari pemilihan dan pemungutan suara Pemilu 2024 tinggal menghitung hari yakni pada 14 dan 15 Februari 2024.
Melihat hal ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengimbau agar masjid tak digunakan sebagai tempat kampanye.
“Pengurus BKM dari pusat hingga desa diimbau agar masjid tidak digunakan sebagai tempat kampanye politik praktis dengan mendukung partai atau paslon tertentu,” katanya dalam keterangannya, Jumat (9/2/2024).
Baca Juga: Penampilan Menurun tanpa Gelar Sepanjang 2023, Ini Penjelasan Putri Kusuma Wardani
Kemudian, ia mengungkapkan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag telah menerbitkan surat kepada para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan Kabupaten yang juga Kepala Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) tingkat provinsi dan kabupaten.
Hal ini untuk menjaga kondusifitas umat dan sakralitas masjid di wilayahnya, salah satunya dengan mencegah aktivitas politik praktis di masjid.
Selain itu, Yaqut juga mengimbau Khatib Jumat untuk menyampaikan pesan pentingnya dalam penyuksesan pemilu yang damai.
Baca Juga: Ahok Beri Klarifikasi Usai Sebut Jokowi-Gibran Tak Bisa Kerja: Konteksnya Jangan Dipotong-potong!
“Menguatkan persaudaraan dan kerukunan, serta mendorong umat untuk menggunakan hak suara secara bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan pilihan politik,” tuturnya.
Sementara itu, dalam penyelenggaraan Khutbah Jumat, para pengurus dan pengelola masjid serta penceramah diminta untuk memedomani dan menyosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.
Materi ceramah agama diharuskan bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif. Kemudian meningkatkan keimanan, ketaqwaan, menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Baca Juga: BUMN Bantu Angkat Besi Lahirkan Lifter Kelas Dunia dan Juara Asia
Selanjutnya, tidak mempertentangkan RAS, tidak menghina dan melecehkan, tidak menghasut, serta tidak bermuatan kampanye politik praktis.
“Demikian juga kepada para tokoh berbagai agama, saya imbau agar bisa menyampaikan pesan yang sama kepada umat masing-masing dalam setiap kesempatan peribadatan dan perjumpaan,” sambungnya.
Ia mengungkapkan perbedaan dalam pilihan politik adalah hal yang wajar. Maka dari itu, setiap orang harus menghargainya.
Baca Juga: 3 Kunci Ganjar Pranowo Kembalikan Independensi KPK
“Beda pilihan politik tidak harus sampai mencederai persaudaraan dan persahabatan. Rumah ibadah kami harap mengambil peran dalam penguatan kohesi dan kerukunan di tengah keragaman umat, termasuk keragaman pilihan politik,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









