Akurat
Pemprov Sumsel

Marak Dugaan Pelanggaran, Projo Ganjar Desak KPU Laksanakan Coblos Ulang

Mukodah | 15 Februari 2024, 18:04 WIB
Marak Dugaan Pelanggaran, Projo Ganjar Desak KPU Laksanakan Coblos Ulang

 

AKURAT.CO Relawan Projo Ganjar menilai kontestasi Pemilu 2024 khususnya pemilihan presiden marak diwarnai dugaan pelanggaran.

"Pelaksanaan pemilu serentak kuat dugaan telah dilakukan kecurangan, khususnya kecurangan pada pemilihan presiden dan wakil presiden," kata Ketua Umum Projo Ganjar, Haposan Situmorang, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/2/2024).

"Hal ini dapat kita lihat sebagaimana yang disajikan atau disampaikan oleh orang per orang di medsos. Yakni seperti lembaran suara telah dicoblos terlebih dahulu, intimidasi oleh oknum-oknum aparat serta menghalang-halangi mengikuti pemilu," lanjutnya.

Haposan menilai, tindakan seperti itu telah merusak alam demokrasi yang diperjuangkan warga sipil di masa reformasi.

Ia mengaku sudah mewanti-wanti kecurangan akan terjadi secara terstruktur, masif dan terencana yakni sejak adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 tahun 2023 tentang syarat calon wakil presiden.

"Yang putusan MK dimaksud oleh MKMK memutuskan telah terjadi pelanggaran etika berat. Demikian juga dengan putusan DKPP yang menyatakan Ketua KPU telah melakukan pelanggaran etika. Namun semua itu terabaikan oleh penguasa saat ini," ujarnya.

Baca Juga: Hasil Quick Count Anjlok, Kubu Ganjar-Mahfud Gelar Evaluasi

Bukan hanya itu, ada juga tindakan penguasa yang mencurigakan seperti menggelontorkan bantuan sosial (bansos) menjelang pemungutan suara, serta pengerahan kepala desa untuk mendukung pasangan capres tertentu.

Haposan menyampaikan telah berkoordinasi dengan TPN Ganjar-Mahfud, khususnya mengenai bukti-bukti kecurangan pilpres yang tidak terbantahkan. Agar dilakukan pengumpulan bukti yang selanjutnya dilakukan upaya hukum untuk memulihkan demokrasi di Indonesia.

Hal ini diupayakan dengan membentuk tim hukum yang kuat dan punya pengetahuan dan yang piawai menyajikan dalil-dalil pelanggaran serta bukti-bukti yang tidak terbantahkan atas dugaan pelanggaran pemilu.

"Atas dasar data-data dugaan kecurangan dimaksud, Relawan Projo Ganjar meminta KPU sebagai pelaksana pemilu untuk berlaku jujur yakni dengan atas kesadaran sendiri untuk membatalkan hasil pemilihan presiden tanggal 14 Februari serta melakukan pemilihan ulang khusus pemilihan presiden dan wakil presiden. Agar marwah demokrasi di Indonesia tidak ternodai oleh nafsu," paparnya.

Baca Juga: PDIP Sarankan TPN Ganjar-Mahfud Bentuk Tim Khusus Selidiki Indikasi Kecurangan

Sebagai informasi, dikutip dari situs pemilu2024.kpu.go.id, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih memimpin dengan perolehan suara sebesar 56,11 persen.

Diikuti oleh pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 24,55 persen dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 19,34 persen.

Rekapitulasi hasil penghitungan suara oleh KPU telah dimulai pada hari ini hingga 20 Maret 2024.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK