Diajak Gibran Bertemu, Anies Fokus Kumpulkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024

AKURAT.CO Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, memilih fokus untuk mengumpulkan bukti-bukti kecurangan Pemilu 2024. Pernyataan ini disampaikan Anies menanggapi pernyataan cawapres Gibran Rakabuming yang ingin bertemu semua paslon selepas hasil hitung cepat menunjukkan keunggulan paslon nomor urut 2.
Anies tak menolak untuk bertemu dan bersilaturahmi. Namun dia menilai lebih baik pertemuan dilakukan setelah seluruh proses pemilu rampung.
"Nanti saja kalau sudah beres semua," kata Anies, di Jakarta, Jumat (16/2/2024).
Baca Juga: Anies: Saya akan Terus Berada di Bawah Gerakan Perubahan
Anies melanjutkan, pihaknya fokus mengumpulkan bukti-bukti kecurangan untuk dilaporkan ke Bawaslu. Sikap ini sejalan dengan Ketum Nasdem Surya Paloh dan eks Wapres Jusuf Kalla (JK).
Kedua tokoh, kata Anies, mendorong agar proses pemilu dikawal dan memprosesnya melalui sarana yang tersedia. Setelah itu, kubu Amin baru bersikap.
"Sehingga nanti, ketika kita berbicara, menyampaikan sikap, itu berdasarkan pada fakta," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






