Akurat
Pemprov Sumsel

Menantu Jokowi Maju Pilkada, Demokrat: Hak Politik, Kalau Dibatasi Justru Diskriminatif

Atikah Umiyani | 15 Maret 2024, 11:33 WIB
Menantu Jokowi Maju Pilkada, Demokrat: Hak Politik, Kalau Dibatasi Justru Diskriminatif
 
AKURAT.CO Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron ikut menanggapi soal munculnya wacana menantu Presiden Joko Widodo, Erina Sofia Gudono maju dalam Pilkada Sleman tahun 2024.
 
 
Khaeron menegaskan, bahwa pihaknya tak ingin memersoalkan hal tersebut, karena itu merupakan hak yang dimiliki setiap orang, baik hak dalam memilih maupun hak untuk dipilih.
 
"Hak politik ya, hak politik itu hak dipilih dan hak memilih, hak dipilih itu juga berlaku untuk siapa pun, hak memilih apalagi untuk siapa pun, hak dipilih dan hak memilih itu berlaku untuk siapapun," kata Khaeron kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (15/3/2024).
 
Khaeron mengatakan, hak tersebut sudah diatur dalam Undang-undang dan berlaku untuk siapa pun, tanpa membedakan anak presiden maupun rakyat biasa.
 
"Anak presiden, menantu presiden, rakyat biasa, sama saja haknya, dalam undang-undang sama, oleh karenanya punya hak yang sama," ucapnya.
 
Menurutnya, justru terkesan diskriminatif jika ada aturan yang membatasi dan membeda-bedakan hak antara anak presiden dengan masyarakat umum. 
 
"Justru kalau undang-undang membatasi, oh ini tidak boleh anak presiden, oh ini anak menteri tidal boleh, jadi diskriminatif, oleh karenanya undang-undang memberikan kesempatan yang sama pada seluruh warga negara untuk bisa melakukan atau menjalankan hak politiknya, apakah hak dipilih atau hak memilih," ucapnya.
 
 
Lagi pula terlepas dari siapa yang maju di pilkada, lanjut Khaeron, pada akhirnya masyarakatlah yang menentukan pantas atau tidaknya seseorang untuk menduduki posisi kepala daerah.
 
"Suara rakyat suara Tuhan, nanti rakyat yang menentukan, kalau rakyat menginginkan beliau, ya terpilih, kalau rakyat tidak menginginkan ya tidak terpilih, kan konteksnya disitu saja," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
R