Prabowo-Gibran Masih Memerlukan Rumah Transisi, Pengalaman SBY-Jokowi Bisa Jadi Pijakan

AKURAT.CO Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memerlukan rumah atau tim transisi untuk menyiapkan pemerintahan yang akan datang.
Efriza menilai, keberadaan rumah transisi bukan hanya dibutuhkan semata-mata untuk membahas pendalaman visi-misi dan program kerja, tetapi juga model dari pemerintahan selanjutnya.
"Semestinya rumah transisi ini sudah bisa membahas agenda bersama seperti nomenklatur kementeriannya, proses pembahasan R-APBN berikutnya, maupun telah mempersiapkan kebersamaan dalam acara perayaan kemerdekaan Indonesia," kata Efriza kepada wartawan, Selasa (19/3/2023).
Baca Juga: Bagaimana Ibu/Bapak Menata Buku di Rak Buku?
Sebagai pemenang pilpres, Prabowo dinilai sangat diuntungkan karena dikelilingi oleh pemimpin negara, seperti mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Jokowi yang masih menjabat.
Sehingga, Efriza menilai rumah transisi diperlukan untuk menyatukan pemikiran dari para pemimpin bangsa agar pemerintahan yang akan datang bisa lebih baik.
"Pengalaman dari SBY ke Jokowi bisa dijadikan pijakan, dan estafet pemerintahan dari Jokowi kepada Prabowo tentu saja membangun optimisme baru untuk Indonesia ke depan, semestinya," ucapnya.
Baca Juga: Jay Idzes Ogah Komentari Sindiran Pemain Vietnam Soal Timnas Indonesia 'Rasa Belanda'
Menurutnya, keberadaan rumah transisi nantinya bisa diharapkan memfasilitasi berbagai pandangan dalam mempersiapkan keberlanjutan pemerintahan, keberlanjutan pembangunan, dan meningkatkan sinergitas dua pemerintahan sebelumnya.
"Diharapkan misalnya proyek yang mandeg di era SBY juga dijadikan prioritas, karena ini pemerintahan era pemilu presiden langsung yang dibangun dengan narasi membangun bersama negeri ini dengan wajah tiga presiden di dalamnya," pungkasnya.
Sebelumnya, usulan pembentukan rumah transisi itu datang dari Ketua Gen Kami (Komunitas Aktivis Milenial Indonesia), Ilham Latupono.
Baca Juga: 5 Hal Ini Makruh Dilakukan saat Puasa, Kamu Pernah Melakukan?
Ia mengatakan, saat ini masyarakat menunggu Prabowo-Gibran merealisasikan janjinya untuk merangkul semua unsur dan kekuatan demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Terlebih, lanjut Ilham, saat ini muncul ragam wacana terkait pembentukan pemerintahan baru yang akan dilantik pada Oktober 2024. Seperti ide membentuk Koalisi Besar dan menjadikan Presiden Jokowi sebagai Ketua Koalisi Besar pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Namun dua wacana itu terlalu mengawang. Sebaliknya, membentuk Rumah Transisi jelas lebih konkret, seperti dilakukan Jokowi-JK pasca-Pilpres 2014 untuk memperlancar transisi pemerintahan," ujar Ilham kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/3/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









