Ganjar: Gugatan Hasil Pemilu 2024 Jadi Momentum Hakim MK Tunjukkan Kredibilitasnya

AKURAT.CO Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya sepakat untuk mengajukan sengketa hasil Pemilu 2024 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Maka setelah pengumuman tadi malam, tim Ganjar-Mahfud sudah bersepakat kalau semuanya ini harus diluruskan agar demokrasi bisa berjalan dengan baik, maka benteng terakhirnya adalah Mahkamah Konstitusi," kata Ganjar dalam konferensi pers, di Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta, Kamis (21/3/2024).
Baca Juga: Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran, PKS Ingatkan Masih Ada Ruang di MK
Dia mengungkap, tim hukum Ganjar-Mahfud akan memproses pendaftaran tersebut ke MK minggu ini.
"Dan kami sudah menyiapkan tim hukum untuk kita segera mendaftarkan, apakah besok atau Sabtu, untuk segera kita menyampaikan seluruh yang ada, yang kami persiapkan untuk menjadi pertimbangan hakim konstitusi nantinya," ungkap Ganjar.
"Dan saya kira ini momentum yang sangat bagus kepada Majelis Hakim yang nanti ada di MK untuk menunjukkan kredibilitasnya. Setelah dulu ada putusan MKMK, setelah juga kita melihat penyelenggara mendapatkan hukuman etik, maka tentu saja kita harus mengembalikan kredibilitas demokrasi kita menjadi ini jauh lebih baik," sambung dia.
Dia sangat berharap para hakim di MK bisa memanfaatkannya untuk mengembalikan marwah demokrasi.
"Dan untuk itu tim akan segera mendaftarkan itu, dan mudah-mudahan ini akan membuka tabir, dan tentu saja harapan kita MK lah yang nanti mengadili ini dengan baik, dan bisa mengembalikan marwah demokrasi kita agar sesuai dengan harapan dan aturan," tandasnya.
Baca Juga: Mahfud MD: MK Bukan Sekedar Mahkamah Kalkulator
Sebelumnya, pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, resmi ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih berdasarkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (SK KPU) yang ditetapkan di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (20/3/2024) malam.
Dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Pemilu 2024 Tingkat Nasional, Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, menyebutkan pasangan Prabowo-Gibran menguasai 36 provinsi dengan perolehan 96.214.691 suara.
Posisi kedua ada pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang menang hanya di dua provinsi dengan mengantongi 40.791.906 suara. Kemudian pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dengan mengamankan 27.040.878 suara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









