Akurat
Pemprov Sumsel

Hindari Konflik Kepentingan, Mendagri Harus Copot Penjabat Bupati Muba Mau Ikut Pilkada

Mukodah | 29 Maret 2024, 04:29 WIB
Hindari Konflik Kepentingan, Mendagri Harus Copot Penjabat Bupati Muba Mau Ikut Pilkada

AKURAT.CO Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sriwijaya (AMS) mendatangi Gedung Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis (28/3/2024).

Mereka meminta Kemendagri mencopot Penjabat Bupati Musi Banyuasin (Muba), Apriyadi.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi AMS, Dendi Budiman, menyampaikan bahwa Apriyadi disinyalir akan maju sebagai calon bupati pada Pilbup Muba 2024 sehingga harus segera dicopot sebagai penjabat bupati untuk menghindari konflik kepentingan.

"Isu yang berkembang dan banyaknya spanduk yang sudah menyebar, Apriyadi sudah dimungkinkan mau maju sebagai calon bupati pada Pibup Muba 2024. Karena itu, agar Apriyadi tidak menggunakan wewenangnya dan pengaruhnya sebagai penjabat bupati saat ini maka Mendagri harus mencopotnya," jelasnya.

Baca Juga: Dielukan Maju Pilkada DKI, Grace Natalie: Kita Istirahat Dulu, Napas Dulu

"Apalagi penjabat bupati itu adalah jabatan ASN yang dilarang untuk ikut terlibat dalam politik praktis. Kalau Apriyadi dibiarkan menjabat penjabat bupati maka dikhawatirkan berkampanye terselubung dengan menggunakan fasilitas Pemkab Muba," tambah Dendi.

Selain itu, AMS menilai bahwa Apriyadi tidak pantas menjadi penjabat bupati karena tidak punya integritas.

Serta penuh kontroversial dengan track record karena diduga tersandung kasus korupsi dan skandal video mesum.

"Mendagri seperti tutup mata dan tidak komitmen dengan aturannya sendiri. Apriyadi yang pernah disebut menerima aliran dana korupsi eks Bupati Muba dan terseret kasus video mesum masih dipertahankan sebagai penjabat bupati saat ini," terang Dendi.

Bahkan, dugaan keterlibatan Apriyadi dalam politik praktis saat menjadikan anaknya sebagai caleg DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan menggunakan pengaruhnya.

"Pemilu kemarin juga banyak laporan kalau Apriyadi menggunakan segala cara, salah satunya menekan ASN untuk memenangkan anaknya sebagai caleg DPRD provinsi. Jadi, ini jelas-jelas sudah terlibat dalam politik praktis yang seharusnya mendapat sanksi yang tegas," tutur Dendi.

Baca Juga: PSI Gagal Lolos ke Senayan, Kaesang: Kami Akan Fokus Menangkan Pilkada

Atas dasar itu, AMS meminta Mendagri segera bertindak tegas untuk mencopot Apriyadi sebagai Pj Bupati Muba.

"Dengan semua alasan yang kami sebutkan, Mendagri harus copot Apriyadi," pinta Dendi.

Terakhir, AMS memastikan akan terus melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kemendagri apabila Apriyadi tidak dicopot dari kursi Pj Bupati Muba.

"Kalau Apriyadi tidak dicopot, berarti dugaan kongkalikong atau adanya bekingan kuat oleh oknum pejabat Kemendagri benar adanya. Maka dari itu kami akan lawan dengan terus melakukan aksi demonstrasi," tandas Dendi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK