Hakim MK Pertanyakan Alasan Bansos Dirapel, Airlangga: Efisiensi Biaya
Atikah Umiyani | 5 April 2024, 15:41 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan kepada Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait alasan mengapa pemerintah mengeluarkan bansos dirapel menjadi empat bulan sekali.
Dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Airlangga menjelaskan penyaluran bansos dirapel yaitu untuk meringankan masyarakat karena ada kenaikan harga BBM.
"Rapel ini dilakukan antara lain pada saat BBM di bulan September, itu karena BBM itu naiknya satu kali pak, jadi kalau kita tidak dirapel di depan itu nanti masyarakatnya berat," kata Airlangga dalam sidang, Jumat (5/4/2024).
Namun begitu, Airlangga mengatakan, realisasi bansos tersebut tetap dilakukan dalam dua tahapan.
"Jadi kita kasih di awal, walaupun realisasinya kita lakukan dalam dua tahapan, yaitu Oktober cair bulan November, lalu November-Desember cair November," sambungnya.
Begitu juga dengan program-program yang ada di bawah naungan Kementerian Sosial. Rapel dilakukan karena ada berbagai pertimbangan, terutama soal efisiensi.
"Demikian pula program lain yang ada di ibu Menteri Sosial, PKH kan tiga bulan sekali, jadi salurannya kan empat kali setahun. Kemudian Kartu Sembako juga dua bulan, jadi setahun enam kali, jadi rapel pertimbangan itu," ujarnya.
"Selain itu ada pertimbangan juga biaya, efisiensi biaya, kalau satu kali efisiensi biayanya kan sama kalau dia jumlah tertentu, biaya di perbankan maupun di Pos," pungkasnya.
Sebelumnya, Hakim MK Guntur Hamzah bertanya kepada Airlangga apa yang menjadi alasan pemerintah mengeluarkan bansos dirapel 4 bulan sekaligus. Menurutnya, tindakan ini bisa menimbulkan berbagai macam kecurigaan.
"Itu pertimbangannya apa ya, karena kalau misalnya dalam kondisi seperti ini kemudian ada dilakukan rapel itu empat bulan ini kan bisa menjadi duga-dugaan gitu," kata Guntur dalam sidang.
"Jadi ada dugaan-dugaan yang tentu bisa membuat bahwa rencana keinginan pemerintah untuk memberikan rapel itu karena kondisi apa?" sambungnya.
Baca Juga: Rizki Juniansyah Lolos ke Olimpiade Paris, Ketua KOI Minta Sang Lifter Kejar Peak Performance
Guntur bertanya, apakah rapel tersebut dilakukan karena keadaan darurat atau sebagai antisipasi kondisi yang memburuk. Sebab menurutnya, pertimbangan ini harus dijelaskan secara rinci.
"Ataukah mungkin ada pertimbangan lain? Sehingga menurut hemat saya yang hal-hal seperti ini perlu clear didalam ruangan ini supaya kita ketahui pertimbangannya sehingga dilakukan," pungkas Guntur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








