Usai Sidang di MK, Kuasa Hukum Prabowo Berpelukan dengan Kuasa Hukum Ganjar dan Anies

AKURAT.CO Kuasa hukum Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Kuasa Hukum Ganjar Pranowo-Mahfud MD terlihat saling berpelukan.
Fenomena tersebut terjadi pasca kuasa hukum 02 menggelar konferensi pers usai mengikuti sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (5/4/2024).
Adapun, momen pelukan itu dilakukan oleh Wakil Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Otto Hasibuan dengan Wakil Ketua Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat.
Baca Juga: Rayakan Semangat Berbagi, Grab Salurkan Donasi Rp1,5 Miliar kepada 8 Komunitas
Keduanya terlihat sangat akrab dan berpelukan cukup erat dalam waktu beberapa detik. Keduanya pun tersenyum dan tertawa sambil berpegangan tangan.
Tidak hanya dengan Henry, Otto juga turut menghampiri Kuasa Hukum Tim Anies-Muhaimin (AMIN), Ahmad Yani. Keduanya juga turut berpelukan di depan kumpulan awak media.
Bahkan, Otto dan Yani terlihat sangat akrab karena turut tertawa bersama sambil membahas sesuatu.
Baca Juga: Jokowi Bagi-bagi Bukan Pakai Dana Bansos, Yusril: Kalau Zaman Pak Harto Ada Dana Taktis
Berdasarkan pantauan Akurat.co, suasana diantara para kuasa hukum terlihat sangat cair pasca sidang di MK. Sejumlah kuasa hukum Prabowo-Gibran terlihat saling bertegur sapa dengan kuasa hukum Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin.
Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghadirkan empat menteri Presiden Joko Widodo dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Jumat (5/4/2024).
Empat menteri yang hadir diantaranya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









