Pilkada DKI Jakarta Diprediksi Terjadi Perang Bintang, Golkar hingga NasDem Bakal Adu Kekuatan
Citra Puspitaningrum | 9 April 2024, 00:18 WIB

AKURAT.CO Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jakarta bakal menjadi yang menarik. Deretan partai politik penghuni parlemen Kebon Sirih bakal saling adu kekuatan untuk mendapat legitimasi kepemimpinan pada 27 November 2024 mendatang.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu penantang terkuat untuk mewujudkan cita-cita memimpin kota Jakarta.
Direktur PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS), Anthony Leong memprediksi bakal terjadi perang bintang dalam ajang Pilkada Jakarta 2024. Hal itu disampaikan berdasarkan nama-nama calon gubernur yang diusulkan masing-masing partai politik seperti PKS, Golkar, PDI Perjuangan hingga NasDem.
"Golkar memiliki kader berkualitas seperti Ahmed Zaki Iskandar, Ridwan Kamil dan Erwin Aksa. Konsolidasinya sudah dimulai karena sudah ada surat penugasan," kata Anthony dalam keterangan tertulis, Senin (8/4/2024).
Dia mengatakan, Golkar menjadi penantang kuat bagi tPKS yang berhasil menjuarai Pileg Jakarta. Perolehan suara PKS sebagaimana telah diumumkan KPU DKI Jakarta, partai berlogo padi dan bulan sabit itu meraup sebanyak 1.012.028 suara atau 16,68 persen.
"PKS akan menjadi ketua DPRD DKI Jakarta dengan 19 kursi dan disusul dengan empat wakil, yakni PDIP sebanyak 15 kursi, Gerindra 13 kursi, NasDem 11 kursi, serta Golkar 10 kursi," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Teken Keppres Keanggotaan di FATF, Perkokoh Komitmen RI Perangi Kejahatan Keuangan
Erwin Aksa, lanjut dia, menjadi kandidat terkuat Golkar untuk bersaing dalam Pilkada Jakarta.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu berhasil menjadi Calon Legislatif DPR Dapil Jakarta III dengan meraih suara terbanyak di Jakarta Utara.
Selain itu, dirinya berpendapat Erwin Aksa juga memiliki figur muda dan berjiwa wirausahawan.
"Bisa terjadi pertempuran sengit dengan beberapa partai seperti PKS, PDIP, ataupun NasDem, di mana nama-nama calon dari partai-partai tersebut juga sudah muncul ke permukaan," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










