Jerry Massie: SBY Jadi Penghambat Megawati untuk Merapat ke Pemerintahan Prabowo

AKURAT.CO Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai, ada beberapa faktor yang jadi penghambat bagi PDI Perjuangan untuk merapat ke pemerintahan Prabowo Subianto.
Jerry menyebut, salah satu hambatannya yaitu karena Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri punya hubungan yang buruk dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak menjabat sebagai Presiden RI keenam.
"Berkali-kali SBY mengundang Mega hadir upacara di istana tapi tak pernah digubris. Jadi memang saya nilai Mega masih belum move on pada SBY," kata Jerry kepada wartawan, Minggu (14/4/2024).
Baca Juga: AFC Masukkan Marselino Ferdinan ke Daftar Pemain yang Bakal Bikin Terobosan di Piala Asia U-23
Mengingat, SBY dan Partai Demokrat adalah salah satu pihak yang tergabung dalam koalisi pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sehingga, mustahil bagi PDIP untuk berada dalam satu koalisi yang sama dengan Demokrat.
"Nah, dengan kedekatan SBY dan Prabowo saat ini maka bisa membuyarkan asa Megawati beralih haluan mendukung Prabowo-Gibran," ujarnya.
Meskipun Megawati dan Prabowo tidak punya masalah yang serius, namun dukungan semakin mustahil diberikan karena tidak adanya keterwakilan kader PDIP sebagai pendamping Prabowo.
"Barangkali kalau Puan dan Ganjar yang jadi wapresnya Prabowo bisa saja peluang Mega berafiliasi cukup terbuka," ucapnya.
"Sejatinya, agak berat untuk Mega merapat bersatu dengan pemerintahan Prabowo. Kalau dengan Prabowo saya kira Mega tak ada masalah, berbeda dengan SBY," sambungnya memungkasi.
Sebagai informasi, belakangan menguat wacana pertemuan Prabowo dengan Megawati. Pertemuan ini disebut-sebut akan menjadi titik awal terjadinya rekonsiliasi pasca Pilpres 2024.
Kedua belah pihak sudah merespons positif terkait wacana pertemuan ini. Sejumlah politisi mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap komunikasi untuk menentukan waktu pertemuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






