Survei Indikator: 68,6 Persen Masyarakat Tidak Setuju Pemilu Ulang Tanpa Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, kembali merilis hasil survei tentang perkembangan sidang sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam surveinya, Indikator menanyakan kepada responden, apakah setuju jika dilakukan pemilu ulang tanpa paslon terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Eksekutif Indikator, Burhananuddin Muhtadi, mengatakan hampir 69 persen responden menjawab tidak setuju.
Baca Juga: Pemain Jakarta Pertamina Enduro Saling Unjuk Gigi di Laga Indonesia All Star vs Red Sparks
“68,6 persen Itu kurang setuju atau tidak setuju sama sekali total hampir 69 persen. Yang tidak setuju kebanyakan dari basis Pak Prabowo yang setuju terhadap permintaan itu dari basis Pak Anies dan Ganjar,” kata Burhanuddin dalam paparannya secara daring, Minggu (21/4/2024).
Ia juga memaparkan, kebanyakan yang tidak setuju juga berasal dari basis PDIP, padahal petitum tersebut merupakan permintaan dari Tim Hukum Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“Ini yang menarik ini, gugatan itu diajukan oleh kuasa hukum paslon 03 tetapi basis PDIP mayoritas tidak setuju, ini lagi-lagi ada diskoneksi elite dengan basis masa,” beber Burhanuddin.
Baca Juga: Bersama Tim Hukum, Anies-Muhaimin Bakal Hadiri Sidang Putusan MK
Sebelumnya, Tim Hukum Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menyatakan petitum di sidang perdana sengketa perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah petitum tersebut diantaranya meminta diskualifikasi kepada paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, mereka juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh TPS, hanya dua paslon tanpa Prabowo-Gibran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









