Akurat
Pemprov Sumsel

Cuma Bikin Gaduh, TKN Prabowo-Gibran Tantang PDIP Tarik Semua Menteri di Kabinet Jokowi

Atikah Umiyani | 26 April 2024, 16:09 WIB
Cuma Bikin Gaduh, TKN Prabowo-Gibran Tantang PDIP Tarik Semua Menteri di Kabinet Jokowi

AKURAT.CO Keberadaan PDI Perjuangan di dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo disebut hanya membuat gaduh. PDIP pun ditantang untuk menarik semua menterinya yang ada di dalam kabinet Jokowi.

Tantangan itu datang dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Silfester Matutina. Tantangan itu muncul karena posisi PDIP di kabinet tidak jelas akibat selalu menyerang pemerintah.
 
"Dalam perjalanannya hampir tiap saat PDIP itu selalu membuat gaduh dan menjelekan pemerintahan Presiden Jokowi. Jadi kan ini suatu ambigu ya, di satu sisi PDIP berkuasa, tapi di sisi lain menghantam pemerintah gitu loh, yang selama ini termasuk orang-orang mereka ada di dalam," kata Silfester kepada wartawan, Jumat (26/4/2024).
 
 
Silfester menilai, PDIP juga masih berupaya untuk menghembuskan narasi-narasi kecurangan dalam Pemilu 2024. Padahal, Mahkamah Konstitusi telah memutus dan KPU telah menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
 
"Makanya kami mengatakan dari sebagai Wakil Ketua TKN dan juga salah satu ketua relawan militannya Pak Jokowi, lebih baik dan lebih gampang daripada PDIP pusing-pusing dan berhalusinasi terus, menghantam terus pemerintah Jokowi, lebih baik sekalian saja menarik seluruh menterinya," ujarnya.
 
Silfester mengatakan, tantangan itu semakin relevan karena PDIP telah menegaskan bahwa Jokowi dan Gibran bukan lagi dianggap sebagai kadernya.
 
 
"Itu yang menurut logika kami lebih baik dilakukan PDIP daripada tiap hari menghembuskan isu-isu yang negatif, isu-isu bohong juga, dan apalagi mereka mengatakan bahwa Pak Jokowi dan Mas Gibran itu sudah bukan anggota PDIP," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.