Masih Fokus Rancang Program, Prabowo Belum Bahas Soal Kementerian Baru

AKURAT.CO Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad memastikan, Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto masih belum membahas mengenai penambahan nomenklatur kementerian.
Saat ini, Prabowo masih fokus untuk merancang program-program sesuai dengan apa yang dijanjikannya selama masa kampanye.
"Sampai dengan saat ini pak Prabowo masih fokus justru untuk merancang janji program yang dijanjikan dalam kampanye. Nah itu untuk nomenklatur, kementerian itu belum ada," kata Dasco kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/5/2024).
Baca Juga: Penambahan Kementerian Baru Dikhawatirkan Bikin Fungsi Jadi Tidak Sinkron, Ini Kata DPR
Dasco sendiri mengaku bingung dari mana isu penambahan nomenklatur itu berhembus, apalagi sampai menyebut jumlah kabinet Prabowo akan berjumlah 40.
Kendati begitu, dia tetap menanggapi secara positif dan menganggapnya sebagai sebuah masukan bagi keberlangsungan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Nah itu juga saya juga bingung bahwa kemudian, saya pikir itu juga merupakan masukan aspirasi karena yang beredar ada penambahan kementerian ini itu," ujarnya.
Di sisi lain, dia yang juga sebagai Wakil Ketua DPR RI menegaskan, sampai saat ini juga belum ada dorongan apapun yang mengisyaratkan untuk diadakan revisi Undang-Undang Kementerian Negara.
Padahal, revisi UU tersebut menjadi salah satu cara bagi pemerintahan Prabowo jika ingin membentuk kementerian baru. "Ya justru kan belum ada, makanya saya bingung. Jadi ya kita anggap aja itu aspirasi, masukan gitu," pungkasnya.
Seperti diketahui, nomenklatur menteri dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo hanya berjumlah 34. Dimana 4 diantaranya merupakan Menteri Koordinator.
Isu penambahan nomenklatur menteri ini berhembus di tengah menguatnya langkah Prabowo untuk merangkul semua lawan-lawan politiknya, seperti bertemu dengan PKB dan Partai NasDem.
Padahal, Prabowo sendiri sudah diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari 4 parpol parlemen dan 5 parpol non parlemen, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, Partai Gelora, PBB, PSI, Partai Garuda dan Partai Prima.
Tidak hanya itu, isu penambahan nomenklatur menteri juga muncul saat kampanye dimana Prabowo berbicara akan membentuk kementerian dan badan baru, seperti Kementerian Pangan atau yang mengurusi program makan siang gratis dan Badan Penerimaan Negara.
Sehingga, pasca Prabowo ditetapkan sebagai Presiden terpilih oleh KPU, semakin menguat bahwa Prabowo akan memiliki menteri yang jumlahnya lebih gemuk dibanding menteri Jokowi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








