Garansi Kemenangan, Ahok Kasih Kisi-kisi untuk Cagub DKI Jakarta
Citra Puspitaningrum | 10 Mei 2024, 20:41 WIB

AKURAT.CO Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bakal dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024. DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi yang menggelar pemilihan calon gubernur baru.
Beberapa nama populer yang biasa menghiasi dunia politik mulai seliweran menjelang tahap pencalonan yang digelar hingga Agustus 2024.
Semisal Ridwan Kamil dari Partai Golkar, Sahroni dari Partai NasDem, Mardani Ali Sera dari PKS, Rahayu Saraswati Partai Gerindra, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dari PDI Perjuangan, dan belum lagi calon dari jalur perseorangan yang tercatat sudah ada tiga nama yang digadang bakal ikut dalam Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Malam Renungan AIDS
Lantas bagaimana cara agar mendapatkan suara terbanyak dari warga Jakarta? Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, memberikan kisi-kisi untuk para bakal calon gubernur yang berlaga pada 27 November mendatang.
Menurut Ahok, Gubernur Jakarta selanjutnya harus mau mendengarkan keluh kesah masyarakat, baik secara langsung dan tentunya dengan respons yang cepat.
"Saya mendorong siapapun jadi gubernur Jakarta harus menyerahkan nomor HP resminya pribadi, harus bisa menerima warga datang untuk melakukan pengaduan karena Anda adalah orang tua," kata Ahok dalam akun YouTube pribadinya @PanggilSayaBTP berjudul "Ahok Jawab Sosok Ideal Buat Jadi Gubernur Jakarta" di akun YouTube pribadinya @PanggilSayaBTP.
Ahok mengungkapkan bahwa sosok yang memimpin Jakarta juga harus mampu memecahkan berbagai persoalan macam warga Jakarta, salah satunya yakni soal kemiskinan.
"Anda adalah pemimpin yang bertugas membantu yang miskin dan membutuhkan pertolongan," ungkapnya.
Ahok pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2012.
Namun, dua tahun berselang, Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, Ahok pun naik takhta menggantikan posisi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2014.
Ahok pun sempat maju menjadi Cagub DKI Jakarta berpasangan Djarot Saiful Hidayat pada 2017. Namun ia bersama Djarot harus kalah dan mengakui keunggulan dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada 2017.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










