Ogah-Ogahan Pecat Jokowi-Gibran, PDIP Sedang Pasang Strategi Isolasi Politik
Citra Puspitaningrum | 27 Mei 2024, 20:16 WIB

AKURAT.CO Sikap PDI Perjuangan yang tak kunjung memecat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden terpilih 2024, Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai strategi politik. PDIP ingin memberikan pelajaran bagi Jokowi dan Gibran.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Hariyadi, mengatakan, DPP PDIP belum mengumumkan secara resmi status keanggotaan keduanya membuat langkah Jokowi dan Gibran terus disorot dan berdampak pada etika politik yang kurang baik.
"Sikap de facto PDIP atas status Jokowi dan Gibran bisa saja sebagai strategi isolasi politik dengan mengambangkan status formal keanggotaan Jokowi dan Gibran di PDIP," kata Ade saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/5/2024).
Menurut dia, dengan sikap yang demikian, PDIP sedang membuat skema politik balas dendam. Artinya, jika Jokowi dan Gibran hendak hengkang dari partai yang membesarkannya secara otomatis keduanya harus mengundurkan diri.
"Dengan atribut formal yang melekat sebagai anggota partai, keduanya jadi terbatas ruang geraknya jika mau pindah partai karena nanti akan dihadapkan pada opsi mengundurkan diri atau dipecat," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, DPP PDI Perjuangan (PDIP) mengungkapkan alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan putranya yang juga Cawapres terpilih, Gibran Rakabuming Raka tak diundang dalam rapat kerja nasional (Rakernas) V.
Ketua DPP PDIP yang juga Ketua Steering Commitee (SC) Rakernas V, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan, PDIP adalah partai ideologis yang menjunjung tinggi kebenaran dan konstitusi.
Oleh karena itu, kata Djarot, apabila ada kader yang melakukan pelanggaran etika dan konstitusi, maka sudah bukan lagi bagian dari kelurga besar partai berlogo banteng moncong putih.
"Karena sudah bertentangan, bukan hanya pada AD/ART partai, melainkan juga pada konstitusi negara,” kata Djarot dalam konferensi pers sebelum pembukaan Rakernas, di arena Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/5/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








