Pimpinan MPR Temui SBY Bahas Keprihatinan terhadap Demokrasi

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengungkap pembicaraannya dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat sowan ke kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat, Selasa (28/5/2024) kemarin.
Bamsoet mengatakan, dirinya bersama jajaran pimpinan MPR membahas sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Dan juga melaporkan sejumlah tugas yang sudah atau akan dilakukan MPR RI, agar mendapat masukan serta evaluasi dari SBY.
"Intinya kami MPR melaporkan kepada Pak SBY hal-hal yang sudah kita lakukan, belum, dan yang sedang kita siapkan, dan akan kita rekomendasikan kepada MPR yang akan datang maupun kepada pemerintahan yang akan datang," katanya kepada wartawan, di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Baca Juga: Apakah Sistem Demokrasi di Indonesia Tidak Sesuai dengan Syariat Islam?
Selain itu, SBY mengaku prihatin terhadap kondisi demokrasi di Indonesia, di mana saat ini biaya dan uang sangat tinggi hingga menyebabkan demokrasi menurun. Terutama saat Pemilu 2024, Bamsoet mengatakan, SBY melihat sendiri situasi masyarakat yang lebih mementingkan uang dari pada proses demokrasi.
"Kedua, keprihatinan beliau terhadap demokrasi yang makin lama makin merusak sendi-sendi moral masyarakat, seperti biaya yang sangat tinggi daripada demokrasi yang kita jalankan hari ini," ujarnya.
"Beliau menceritakan bagaimana beliau berkunjung langsung dalam pilpres, pileg kemarin ke 86 kabupaten/kota, dan melihat sendiri kondisi rakyat kita. Berita bagusnya adalah masyarakat sudah sadar berpolitik, tidak lagi mempersoalkan soal agama, ideologi, ras. Tetapi bad newsnya adalah berbiaya tinggi, nomor piro wani piro. Ini yang perlu kita evaluasi," sambung Bamsoet.
SBY berpesan untuk tidak menyalahkan rakyat karena demokrasi menurun akibat uang dan biaya tinggi. Karena kata dia, yang harus diperbaiki adalah sistem di dalam pemerintahan.
"Tetapi kita tak boleh menyalahkan rakyat. Pesan beliau begitu. Kenapa rakyat kita begitu? Ya karena kita sebagai bangsa belum mampu mendorong peningkatan pendapatan mereka," tuturnya.
Baca Juga: Bamsoet Kritisi Tapera: Harusnya Kemampuan Daya Beli Dinaikkan, Bukan Gajinya Dipotong
"Daya beli mereka masih jatuh sehingga apapun yang bantu mereka itu yang mereka laksanakan. Nah inilah ada demokrasi berlangsung, maka rakyat kita manfaatkan itu. Tetapi pesan beliau tak boleh salahkan rakyat kita. Yang perlu kita evaluasi adalah sistem kita," pungkasnya.
Sebelumnya, Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menemui Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/5/2024).
Diketahui, Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) bertandang ke kediaman SBY, bersama Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah, Hidayat Nur Wahid dan Syarif Hasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







