Akurat
Pemprov Sumsel

Berseberangan dengan Jokowi, PDIP Usung Anies Tinggal Tunggu Waktu?

Atikah Umiyani | 13 Juni 2024, 12:17 WIB
Berseberangan dengan Jokowi, PDIP Usung Anies Tinggal Tunggu Waktu?

 

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dinilai punya peluang untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024. Hal ini bisa terjadi karena PDIP sudah tidak sejalan dengan Presiden Joko Widodo.
 
"PDIP itu kutub politiknya udah di luar Jokowi, jadi kemungkinan besar ini akan terjadi," kata Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul saat dihubungi, Kamis (13/6/2024).
 
Adib tak memungkiri bahwa sebelumnya ia mengibaratkan PDIP dan Anies seperti minyak dan air yang sulit menyatu. Namun, realitas tersebut ternyata berubah setelah pilpres, dan keduanya sama-sama keluar sebagai pihak yang kalah.
 
 
"Meskipun dulu saya katakan PDIP- Anies ini bagaikan minyak dan air sebenarnya, tapi bisa saja terjadi, bisa saja cair, apalagi mereka sama-sama sekarang di luar kutub pemerintahan, jadi sangat terbuka dan berpeluang," ujarnya.
 
Sejauh ini, Anies sudah mendapat dukungan dari sejumlah parpol di tingkat provinsi. Adapun, dua parpol yang secara terbuka mendukung Anies maju di Pilgub Jakarta adalah DPD PDIP dan DPW PKB Jakarta.
 
Adib menilai, kerjasama dua partai politik tersebut sangat mungkin terjadi. Mengingat, keduanya punya riwayat yang panjang dalam berkoalisi di pemerintahan.
 
 
"Kalau di DKI soal PKB dan PDIP kan sudah sering koalisi ya, terbukti di dua kali Jokowi itu mereka berkoalisi di Indonesia Maju, jadi tidak menutup kemungkinan," tuturnya.
 
Di sisi lai, PKB dan PDIP juga merupakan partai yang berlawanan dengan kutub Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Karenanya, ia yakin proses kerja sama politik akan lebih mudah terbangun.
 
"Makanya terkait PKB-PDIP di DKI saya kira bisa sangat mungkin terjadi, apalagi Cak Imin sudah duet dengan Anies," pungkasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.