Akurat
Pemprov Sumsel

Bawaslu Singgung Fenomena 'Suara Nol' Saat Rekapitulasi, Biasanya Terjadi Menjelang Pagi

Rizky Dewantara | 28 Juni 2024, 11:25 WIB
Bawaslu Singgung Fenomena 'Suara Nol' Saat Rekapitulasi, Biasanya Terjadi Menjelang Pagi

AKURAT.CO Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja, mengingatkan adanya kemungkinan pelanggaran yang terjadi saat rekapitulasi suara.

Dia pun meminta penyelenggara pemilu, termasuk pengawas di TPS, mewaspadai pelanggaran 'suara nol'. Di mana jumlah suara bisa tiba-tiba bertambah, bisa tiba-tiba berkurang.

"Yang namanya nol dalam rekapitulasi itu besar. Teman-teman polisi, jaksa harus dikasih tahu ini biar bukan cuma joke (candaan) penyelenggara. Jadi nol itu kadang-kadang bisa jadi tuyul. Nol-nya tiba-tiba 100, nol-nya hilang," kata Bagja, dikutip Antara, Jumat (28/6/2024).

Baca Juga: Kabulkan PHPU Pileg, MK Instruksikan KPU Rekapitulasi Ulang Suara di 223 TPS Cilincing

Dia menjelaskan, kemungkinan pengaturan suara itu dapat terjadi pada waktu-waktu rentan, yaitu saat menjelang pagi ketika penyelenggara dan pengawas mulai lelah dan mengantuk.

"Itu terjadi biasanya saat rekapitulasi suara menjelang pagi. Pengawas terkantuk-kantuk, nol-nya hilang. Kemungkinan itu terjadi, dan saksinya sudah tidur misalnya. Kemungkinan-kemungkinan itu terjadi sehingga trennya penyelenggara ad hoc-nya bermasalah," kata dia.

Dalam acara Forum Koordinasi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk Wilayah Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan di Makassar, Sulawesi Selatan, Bagja menyebut total ada 5.334 kasus pelanggaran terkait Pilkada 2020 yang ditangani Bawaslu.

Dari jumlah itu, 1.532 terkait pelanggaran administrasi, 292 terkait pelanggaran kode etik, 182 terkait pelanggaran pidana pemilihan, 1.570 kasus terkait pelanggaran hukum lain terkait pemilihan, dan 1.828 kasus ditetapkan sebagai bukan pelanggaran.

Dari pelanggaran-pelanggaran itu, ada 161 kasus yang sampai pada putusan pengadilan negeri, dan 34 kasus sampai putusan pengadilan tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.