Bawaslu Minta KPU Antisipasi 3 Tantangan Pengiriman Logistik Saat Pilkada

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengingatkan permasalahan yang akan dihadapi jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Proses distribusi logistik Pilkada 2024 menjadi yang terdepan.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan ada beberapa kerawanan logistik yang bakal terjadi pada Pilkada 2024 mendatang. Kerawanan itu mencakup situasi seperti saat pengadaan, keadaan geografis, dan keamanan.
Dalam pengadaan logistik, seringkali jumlahnya tidak sesuai sehingga terjadinya kelebihan atau juga kekurangan dari jumlah logistik yang ditentukan.
"Lalu logistik tidak terkirim tepat waktu dan tepat jumlah dan logistik rusak saat pengiriman," kata Bagja dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).
Kemudian dari kondisi geografis, jarak yang jauh dan kondisi jalan yang susah dilalui oleh kendaraan seperti truk besar dapat menjadi rintangan.
Baca Juga: Rektor Paramadina: Pilkada Jakarta Jadi Penentu Anies Vs Ridwan Kamil di Pilpres 2029
Letak geografis seperti daerah berbukit dan pegunungan juga bisa menyulitkan penyelenggara pemilu dalam mendistribusikan logistik. Maka, persoalan keterlambatan logistik tiba di tempat pemilihan menjadi konsen yang harus diperhatikan.
Anggota Bawaslu dua periode itu mengingatkan soal kemungkinan daerah-daerah kepulauan yang dipastikan bakal mengalami kesulitan dalam distribusi logistik. Sebab adanya faktor seperti meningginya gelombang air laut pada akhir tahun.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, alumnus Universitas Indonesia ini berharap adanya koordinasi lembaga penyelenggara pemilu dengan pihak TNI dan Polri,
"Kami meminta teman-teman KPU berkoordinasi dengan TNI dan Polri yang memiliki kapal-kapal besar yang dapat menembus gelombang laut yang tinggi. Sebab dahulu punya pengalaman kita pakai kapal kayu hancur diterjang badai," ujarnya.
Dia berharap kerawanan logistik dapat diantisipasi dengan pengawalan dari aparat keamanan untuk menjamin kemananan. Oleh karena itu faktor sinergitas antara pihak aparat dan KPU sangat dibutuhkan untuk menakan kerawanan logistik Pilkada 2024.
"Kita harapkan ini semua bisa terjalin sinergi, harapannya pemilihan 2024 kita tetap bersinergi dengan baik. Inilah pemilihan terbesar pertama dalam sejarah pemilihan di Indonesia," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







