Anies-Pras Saling Melengkapi, Pilkada Jakarta Cerminkan Pluralisme

AKURAT.CO Anies Baswedan dan Prasetyo Edi Marsudi menjadi komoditi menjanjikan jika disandingkan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta.
Baik Anies maupun Pras bisa saling melengkapi dari segi tugas di pemerintahan dan partai politik.
Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Reza Hariyadi, jika Anies dipasangkan dengan Sohibul Iman tidak mencerminkan heterogenitas Jakarta.
"Memang bersama Mas Pras dari PDIP ini kombinasi paling baik. Dua kutub mainstream bersama di Jakarta. Dengan pluralisme Jakarta dan heterogenitasnya," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (24/7/2024).
Reza mengatakan, kombinasi politik yang baik untuk Jakarta berada pada sosok Anies dan Pras.
Alasannya, Anies memiliki kompetensi sebagai gubernur, sedangkan Pras sudah sangat berpengalaman di legislatif selama 13 tahun. Dengan dibuktikan menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta selama dua periode.
Baca Juga: Menko PMK Muhadjir: Hamzah Haz Sosok Politisi yang Alim dan Bersih
"Itu menjadi modal utama. Anies pengalaman di Jakarta sebagai gubernur. Mas Pras Ketua DPRD DKI. Pasti paham seluk beluk Jakarta," ujarnya.
Reza menjelaskan, Anies-Pras bisa saling melengkapi untuk menjalankan program pembangunan di Kota Jakarta.
Pras bisa menjalin komunikasi lintas partai dan ASN di Pemprov Jakarta, serta memahami kultur birokrat.
Sehingga, ketika ada pembahasan di DPRD secara politis bisa diselesaikan dengan gaya komunikasi Pras.
Namun, jika ada permasalahan di eksekutif, keduanya sudah paham bagaimana menyelesaikannya.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Bakal Tingkatkan Peran Petani Lokal
"Makanya, ini kombinasi komplet, dari partai dan pengalaman," tutur Reza.
Dalam konteks partai juga cukup kuat. PDIP sebagai pemenang kedua, Partai Nasdem pemenang keempat dan PKB urutan keenam.
Mereka sudah memiliki kantong-kantong suara.
"Sekarang pekerjaannya adalah meningkatkan komunikasi lintas partai secara efektif. Karena jika pasangan ini terwujud berpotensi menang besar dan bisa satu putaran," jelas Reza yang juga Dekan Fakultas Administrasi Negara Universitas Krisnadwipayana (Unkris).
Baca Juga: Olimpiade Paris: Snoop Dogg Bakal Bawa Obor Terakhir Menuju Pembukaan di Menara Eiffel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








