Ditawari Masuk PDIP, Airin Mau Fokus Dulu Menangkan Pilgub Banten

AKURAT.CO Bakal calon gubernur Banten yang merupakan politisi Golkar, Airin Rachmi Diany, merespons ajakan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk menjadi kader karena sudah diusung di Pilgub Banten 2024.
Airin mengaku, untuk saat ini dirinya ingin fokus dulu bersama pasangannya yakni Ade Sumardi, untuk memenangkan kontestasi pada 27 November 2024 mendatang.
"Kita fokus dulu ya Pak Ade ya, kita fokus dulu, fokus dulu dalam rangka untuk bagaimana tadi yang Ibu Mega sampaikan, tidak mudah," ucapnya kepada wartawan usai resmi diusung PDIP, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (26/8/2024).
"Bukan hanya doa saja tapi kita harus spirit untuk turun, berjuang, berjuang, berjuang, yakinkan masyarakat, sehingga pada saatnya nanti pada saat tanggal 27 November, masyarakat di Banten bisa mayoritas, insya Allah mayoritas memilih saya dan Pak Ade dan kami dinyatakan menang," tambah Airin.
Tak hanya itu, dia berharap dirinya bisa memenangkan kontestasi hingga dilantik menjadi Gubernur Banten dan Ade Sumardi menjadi Wakil Gubernur Banten.
"Dan yang paling penting, doakan, dilantik jadi Gubernur Banten, dilantik jadi Wakil Gubernur Banten, amanah dan mampu menjalankan program selama 5 tahun," pungkasnya.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menyoroti Airin yang hadir di markasnya dengan mengenakan pakaian berwarna merah. Menurutnya, hal itu memunculkan pertanyaan.
Dia mengatakan, seharusnya Airin langsung saja menjadi kader PDIP dan mengenakan pakaian merah hitam layaknya seragam PDIP.
"Saya tadi nanya itu, Mbak Airin, ya, nanti musti pakai ini lho, merah hitam lho. Iya lah mau dijadikan tapi coba masa enggak pakai merah hitam, ya gimana, terus maunya gimana?" tambahnya.
Dia menegaskan, jika Airin enggan menjadi kader usai diusung oleh PDIP, lebih baik Airin maju di pilkada jalur independen alias tanpa dukungan partai.
"Terus maunya jadi apa? Independen? Ya cari independen, betul nggak? Betul. Lho itu fair lho, iya dong, kalau mau masuk sebuah partai ya masuk, kalau ndak ya enggak. Kan sekarang masih berlaku ya independen," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








