Akurat Logo

Ridwan Kamil Klarifikasi Program Maghrib Mengaji, Tegaskan Sikap Inklusif untuk Semua Agama

Atikah Umiyani | 7 Oktober 2024, 18:56 WIB
Ridwan Kamil Klarifikasi Program Maghrib Mengaji, Tegaskan Sikap Inklusif untuk Semua Agama

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), memberikan klarifikasi terkait program Maghrib Mengaji setelah salah satu media salah menafsirkan kebijakan tersebut.

RK menegaskan, dirinya tidak hanya berpihak pada satu agama saja.

“Saya menerima berita bahwa dalam pemilu ini sering kali muncul hoaks, salah tafsir, dan salah persepsi yang diviralkan. Hanya karena saya menyebut Maghrib Mengaji, seolah-olah ada anggapan bahwa Jakarta hanya untuk satu agama,” ujar RK di Jakarta Timur, Senin (7/10/2024).

Baca Juga: KPK Tangkap Tangan Kadis PUPR Kalsel

RK menekankan, Jakarta adalah representasi Indonesia yang beragam, sehingga setiap pemimpin harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan menciptakan keadilan untuk semua golongan.

"Kami adalah satu-satunya pasangan calon yang di dalam visi misinya jelas menuliskan tentang manusia Pancasila. Hanya pasangan RIDO yang memiliki itu. Ini menunjukkan komitmen kami bahwa landasan berpikir pasangan RIDO selalu didasarkan pada nilai-nilai Pancasila," jelasnya.

RK juga menyampaikan, program Maghrib Mengaji sebenarnya merupakan inisiatif dari mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, dan dirinya berkomitmen untuk melanjutkan serta menyempurnakan program tersebut.

Baca Juga: Rexy Mainaky Sebut Mulyo Handoyo Kandidat Pengganti Hendrawan di Pelatnas Malaysia

"Program Maghrib Mengaji awalnya digagas oleh Pak Anies Baswedan. Ketika saya blusukan, ada aspirasi dari masyarakat agar program ini disempurnakan dan diteruskan. Sebagai calon gubernur yang berkomitmen, saya memastikan bahwa program-program baik dari pemimpin sebelumnya akan kami lanjutkan, termasuk Maghrib Mengaji," kata RK.

Lebih lanjut, RK menegaskan akan membuat program tersebut lebih inklusif dan setara, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk penganut agama lainnya.

"Saya juga mendengar aspirasi dari masyarakat mengenai program dari Pak Ahok yang memberangkatkan marbot untuk umrah. Saya bilang, program ini bagus dan akan kami jalankan. Namun, tidak hanya untuk umat Islam. Misalnya, jika ada petugas gereja yang ingin ke Vatikan, kami akan fasilitasi. Agama lain yang ingin ke tempat suci masing-masing juga akan kami dukung. Itulah keadilan yang kami perjuangkan," tandasnya.

Baca Juga: KPK Panggil Pegawai BPK Agung Hasan Sadikin Terkait Kasus Korupsi di Langkat

RK menegaskan, komitmennya adalah untuk menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat Jakarta, tanpa membedakan agama atau golongan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.