Akurat
Pemprov Sumsel

Antisipasi Kerawanan Pilkada, Bawaslu Soroti TPS Tak Ramah Penyandang Disabilitas

Citra Puspitaningrum | 19 November 2024, 19:31 WIB
Antisipasi Kerawanan Pilkada, Bawaslu Soroti TPS Tak Ramah Penyandang Disabilitas

AKURAT.CO Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, mengungkapkan beberapa potensi kerawanan yang perlu diantisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. Salah satunya, Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tidak ramah bagi penyandang disabilitas.

"Ini menjadi perhatian penting agar semua pemilih, termasuk disabilitas, mendapatkan akses yang setara dalam menyalurkan hak pilih mereka," kata Bagja di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (19/10/2024).

Selain itu, dia juga menyoroti kemungkinan adanya kesalahpahaman terkait daftar pemilih pindahan dan daftar pemilih tambahan. "Kita perlu memastikan formulir yang digunakan jelas dan tidak menimbulkan kebingungan," ujarnya.

Baca Juga: Bawaslu Imbau Pengawas Pemilu Perkuat Koordinasi Jelang Pemungutan Suara

Selain dua masalah tersebut, Bagja juga menyoroti masalah keterlambatan dalam persiapan di TPS. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah kurangnya kesiapan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Keterlambatan ini sering kali disebabkan oleh persiapan yang kurang matang di awal," jelasnya.

Dia pun mengingatkan, soal penghitungan suara di TPS. Semua suara yang masuk harus dihitung kembali, sebelum pembukaan TPS untuk menghindari potensi kehilangan atau kesalahan.

Dia menyoroti, masalah penggunaan biodata sebagai pengganti KTP elektronik bagi pemilih yang belum memilikinya. Untuk itu, Bagja meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) gencar mensosialisasikan hal ini.

"Biodata itu harus ditunjukkan kepada KPPS, tetapi sosialisasi mengenai bentuk dan penggunaannya masih minim," tegasnya.

Terakhir, dia berharap seluruh pihak terkait terutama KPU dapat bekerja sama untuk mengatasi berbagai potensi kerawanan tersebut, demi suksesnya Pemilu 2024. "Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan inklusif," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.