Bertekad Bangun Maluku, JAR-AMK Fokus Kembangkan Sumber Daya Alam dan Manusia

AKURAT.CO Jeffry Apoly Rahawarin dan Abdul Mukti Keliobas yang merupakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku nomor urut 1, sepakat akan menaruh perhatian lebih pada potensi sumber daya alam dan manusia.
"Di Maluku kita punya banyak sumber daya yang ada, itu kita maksimalkan. Tujuannya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Maluku," ujar Jeffry.
Hal itu dikatakan Jeffry dan Abdul pada Debat Pamungkas ke-2 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku yang digelar pada Sabtu (23/11/2024) di The Natsepa, Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Sementara, untuk potensi lainnya, Jeffry dan Abdul menyampaikan, Maluku punya potensi besar dari UMKM yang dapat menunjang perekonomian daerah.
Apalagi, dari kekayaan sumber daya alam yang ada, dapat mendorong tumbuhnya UMKM yang memproduksi hasil dari alam dan kemudian bernilai ekonomi.
"Dengan demikian, potensi UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dapat terlaksana, kesejahteraan masyarakat pun meningkat," kata Jeffry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








