Amanat Research Luncurkan Program ‘Political Future Leader’ untuk Cetak Pemimpin Muda Berintegritas

AKURAT.CO Amanat Research sukses menggelar Grand Launching program "Political Future Leader" Jumat (29/11/2024).
Program ini menjadi inisiatif strategis untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam dunia politik, menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif, seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani; Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi; dan Staf Khusus Kementerian BUMN, Tsamara Amany.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 106 peserta, baik secara daring maupun luring, yang dipilih dari 250 pendaftar.
Program ini bertujuan untuk mendukung kaderisasi, edukasi, dan riset politik sebagai langkah awal membangun masa depan bangsa.
Direktur Eksekutif Amanat Research, Bayu Satria, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam politik, mengingat 52 persen hingga 55 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) didominasi pemilih muda.
Baca Juga: Anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak dan Ibu Hamil Ditetapkan Rp10.000
"Generasi muda memegang kunci masa depan bangsa. Namun, rendahnya partisipasi mereka dalam politik, baik sebagai pemilih maupun pelaku, menjadi tantangan besar. Anak muda harus menjadi garda terdepan dalam kebijakan publik, terutama yang menyangkut masa depan kita," ujar Bayu, yang juga merupakan mantan Ketua BEM UI.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mendorong generasi muda untuk memajukan pariwisata melalui inovasi politik.
"Indonesia memiliki DNA pariwisata yang luar biasa. Namun, transformasi pola pikir masyarakat adalah kunci utama untuk menjadikan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi nasional," kata Zita.
Ia juga mengajak anak muda untuk lebih kreatif dalam mempromosikan potensi wisata Indonesia.
Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyoroti pentingnya partai politik (parpol) dalam pembinaan anak muda.
"Parpol yang tidak melibatkan generasi muda akan kehilangan relevansi. Parpol harus memiliki demokrasi internal yang sehat dan program yang menyentuh masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Kontak Telepon dari Rexy Mainaky telah Mendorong Kenneth Jonassen Bertualang ke Malaysia
Ia juga mengajak untuk mengubah stigma negatif terhadap politik menjadi semangat perjuangan membangun bangsa.
Dalam sesi lain, Staf Khusus Kementerian BUMN, Tsamara Amany, membahas pentingnya keterlibatan perempuan dalam politik.
"Parpol harus lebih aktif merangkul perempuan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemimpin perempuan. Kita tidak hanya membutuhkan perempuan di parlemen, tetapi perempuan yang berkualitas," ujarnya.
Program "Political Future Leader" diharapkan menjadi langkah awal mencetak generasi muda sebagai pemimpin yang berintegritas.
Melalui kolaborasi lintas sektor—pemerintah, swasta, dan masyarakat—program ini diyakini dapat meningkatkan kesadaran politik, partisipasi generasi muda, serta menciptakan inovasi untuk mendukung pembangunan bangsa.
"Dengan inisiatif ini, kami optimistis generasi muda akan lebih aktif dalam politik dan menjadi motor penggerak perubahan untuk Indonesia yang lebih baik," tutup Bayu Satria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









