Akurat
Pemprov Sumsel

Kata Cak Lontong Soal Walkout Tim RK-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana di Rekapitulasi Pilkada Jakarta

Tim Redaksi | 9 Desember 2024, 09:20 WIB
Kata Cak Lontong Soal Walkout Tim RK-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana di Rekapitulasi Pilkada Jakarta

AKURAT.CO Ketua Tim Pemenangan cagub nomor urut 3, Pramono-Rano, Lies Hartono, atau yang lebih dikenal sebagai Cak Lontong, memberikan tanggapan terkait aksi walkout yang dilakukan oleh Tim RK-Suswono dan Tim Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang memutuskan untuk tidak menandatangani hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta pada Minggu (8/12/2024).

Cak Lontong menegaskan bahwa aksi walkout tersebut adalah bagian dari hak demokrasi yang dimiliki oleh setiap pihak yang terlibat dalam proses pemilu.

"Kami dari pasangan 03 menghormati hak demokrasi dari saksi-saksi paslon 01 dan 02, namun seperti yang kita ketahui dalam proses rekapitulasi tadi, walkout atau tidak menandatangani hasil rekapitulasi sama sekali tidak mempengaruhi keputusan yang ditetapkan oleh KPUD Jakarta," ujar Cak Lontong.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Cak Lontong Ngaku Punya 40 Sepeda Brompton!

Cak Lontong juga menambahkan bahwa meskipun ada pihak yang memilih untuk walkout, proses rekapitulasi suara tetap berjalan dengan lancar dan tidak terganggu oleh tindakan tersebut.

"Secara proses itu tidak mengganggu. Mungkin memang ada pertimbangan teknis di balik keputusan walkout, seperti takut jika mereka keluar bersama-sama dan terjadinya kepadatan saat itu," candanya.

Terkait tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Jakarta, Cak Lontong mengungkapkan bahwa perhitungan menunjukkan sebanyak 4.724.393 pemilih menggunakan hak pilihnya dari total 8.214.007 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), atau sekitar 57,6 persen dari total pemilih yang terdaftar.

Baca Juga: Unggahan Viral Potret Tokoh Publik Ala Disney, Warganet: Cak Lontong Jadi Ganteng Banget!

Dia menegaskan bahwa meskipun angka partisipasi ini hampir mencapai 58 persen, hal itu tidak mempengaruhi legitimasi pemilihan yang dilakukan oleh KPUD Jakarta.

"Perhitungan 50 persen + 1 suara atau lebih itu didasarkan pada jumlah suara sah, yang artinya jumlah suara yang benar-benar mengikuti pemilihan. Dengan tingkat partisipasi hampir 58 persen, saya kira hal itu tidak akan mempengaruhi legitimasi pelaksanaan pilkada," jelasnya.

Cak Lontong juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja KPU Jakarta yang sudah bekerja secara profesional dalam menyelenggarakan pilkada, termasuk dalam hal pembagian surat suara C6 yang telah mencapai 91 persen.

"Saya kira penyelenggara pemilu sudah sangat profesional dalam melaksanakan tugas mereka," pungkas Cak Lontong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
R