Akurat
Pemprov Sumsel

Bergabungnya PDIP ke Pemerintahan Tidak Akan Menggoyahkan Soliditas KIM

Paskalis Rubedanto | 15 Januari 2025, 16:10 WIB
Bergabungnya PDIP ke Pemerintahan Tidak Akan Menggoyahkan Soliditas KIM

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dinilai masih memiliki kemungkinan untuk merapat ke pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Meski demikian, bergabungnya PDIP nanti diprediksi tidak akan mengganggu soliditas Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan bergabungnya PDIP tentu akan mengubah peta politik nasional. Di mana, keputusan-keputusan politik pemerintah tidak akan ada perlawanan dari parpol mana pun.

"Kalau PDIP masuk koalisi pemerintahan saya kira akan mengubah peta, artinya tidak akan ada lagi oposisi. Semua program dan rencana pemerintahan prabowo akan mulus dilaksanakan tanpa ada parpol yang berdiri di seberang atau oposisi," ujarnya kepada Akurat.co, Rabu (15/1/2025).

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Bungkam Usai Diperiksa KPK, PDIP: Tiru Strategi Ketua Umum

Namun begitu, Iwan mengatakan, akan ada perubahan komposisi tentunya di Kabinet Merah Putih nanti jika PDIP bergabung.

"Cuma memang, kalau PDIP masuk dalam kabinet, komposisi menteri dan posisi-posisi strategis entah akan ada penambahan atau perubahan, itu tergantung pembicaraan dan kesepakatan antara kedua pihak," jelas Iwan.

Menurutnya, bergabungnya PDIP justru akan menyolidkan koalisi di dalam pemerintahan. Mengingat, PDIP merupakan partai pemenang Pemilu 2024 dengan kursi terbanyak di Parlemen

"Terkait masuknya PDIP akan menggoyang kesolidan KIM Plus, saya kira tidak akan mengganggu, justru menurut saya akan semakin menguatkan koalisi pemerintahan," ucap Iwan.

"Bayangkan PDIP ini adalah pemenang dan pemilik kursi terbanyak di legislatif. Akan sangat besar pengaruh dan kontribusinya untuk koalisi pemerintah," pungkasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.