Pidato Presiden Prabowo Dinilai Ambisius, Pengamat: Publik Menanti Realisasi Janjinya

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul, menilai, pidato Presiden Prabowo Subianto kerap terlalu menggebu-gebu dan retoris, sehingga mulai menimbulkan skeptisisme di tengah masyarakat.
Menurut Adib, masyarakat semakin mampu menilai bahwa banyak janji yang disampaikan dalam pidato Prabowo masih sebatas harapan.
"Dari dulu, gaya pidato Pak Prabowo memang berapi-api dan penuh retorika. Saat masih oposisi, beliau sering mengkritik Jokowi dengan cara serupa. Sekarang, setelah menjadi Presiden, gaya itu tetap sama. Banyak harapan yang disampaikan, tetapi publik mulai mempertanyakan realisasinya," ujar Adib saat dihubungi Akurat.co, Kamis (20/2/2025).
Adib juga menyoroti inkonsistensi dalam pidato Presiden, terutama terkait pemberantasan korupsi.
Baca Juga: Persija Jakarta Resmi Bermarkas di JIS, Akhiri Status Tim Musafir
"Di satu kesempatan, beliau mengatakan akan mengejar koruptor sampai ke Antartika. Tapi di pidato lain, beliau menyampaikan wacana pengampunan dengan meminta mereka mengembalikan uang. Ini menimbulkan kebingungan di publik," kata Adib.
Adib menambahkan, keraguan masyarakat terhadap retorika Prabowo mulai terlihat di ruang publik, terutama melalui media sosial.
Salah satu contohnya adalah munculnya tagar #IndonesiaGelap, yang digagas oleh mahasiswa dan masyarakat yang menilai pidato Presiden hanya sebatas retorika tanpa implementasi nyata.
"Munculnya tagar seperti #IndonesiaGelap adalah bentuk kritik dari masyarakat, khususnya mahasiswa, yang merasa pidato Presiden banyak janji tanpa realisasi konkret," tegasnya.
Menurutnya, jika gaya komunikasi seperti ini terus berlanjut tanpa diikuti dengan kebijakan nyata, kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo bisa semakin menurun.
Baca Juga: Pengganti Hasto Kristiyanto Akan Ditunjuk Langsung oleh Megawati
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









