Akurat
Pemprov Sumsel

Puan Maharani Minta Konflik PDIP-Jokowi Disudahi: Ayo Bangun Bangsa dengan Positif

Paskalis Rubedanto | 17 Maret 2025, 15:44 WIB
Puan Maharani Minta Konflik PDIP-Jokowi Disudahi: Ayo Bangun Bangsa dengan Positif

AKURAT.CO Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani, angkat bicara mengenai polemik yang melibatkan internal partainya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Ia menekankan pentingnya menyudahi konflik dan fokus pada pembangunan bangsa.

Menurut Puan, masih banyak permasalahan bangsa yang perlu diselesaikan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong.

“Kita masih banyak masalah bangsa dan negara yang harus kita cermati bersama. Bagaimana kita membangun bangsa ini secara bersama-sama,” ujar Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2025).

Ia mengajak semua pihak yang memiliki pemikiran positif untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa.

Baca Juga: Jokowi Tetap Diam, PDIP Malah Panik dan Kebakaran Jenggot

“Jadi semua yang mempunyai kontribusi, yang mempunyai pemikiran baik untuk bangsa ini, marilah kita sama-sama membangun bangsa ini dengan pemikiran positif ke depan,” tambahnya.

Puan juga menekankan pentingnya menghentikan berbagai hal yang dapat menimbulkan perpecahan, terlebih di bulan Ramadan yang menurutnya merupakan waktu yang tepat untuk mengedepankan sikap positif.

“Sudahi hal-hal yang membuat kita terpecah belah. Sudahi hal-hal yang hanya membuat kita saling berprasangka. Terutama di bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, mari kita berpikir positif dan bersama-sama membangun bangsa ini dengan pikiran yang baik,” tegas Puan.

Pernyataan Puan tersebut muncul di tengah konflik panas setelah Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menuding, ada utusan yang datang pada 14 Desember tahun lalu dengan tujuan meminta Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mundur dari jabatannya.

Selain itu, utusan tersebut juga diklaim meminta PDIP untuk tidak memecat Jokowi.

"Perlu diketahui bahwa sekitar tanggal 14 Desember, ada utusan yang menemui kami yang memberi tahu bahwa Sekjen harus mundur, lalu meminta jangan pecat Jokowi dan menyampaikan ada sekitar sembilan orang dari PDIP yang menjadi target dari pihak kepolisian dan KPK," ujar Deddy pada Rabu (12/3/2025).

Namun, Deddy tidak memberikan bukti konkret atas pernyataannya.Jokowi sendiri telah membantah tuduhan tersebut dengan tegas.

Baca Juga: Dasco: Presiden Prabowo Belum Berencana Reshuffle Menteri

Dalam keterangannya di rumahnya di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3/2025), Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengirimkan utusan untuk menemui PDIP atau menyampaikan pesan tertentu.

"Nggak ada (utusan). Ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?" kata Jokowi.

Jokowi juga menekankan bahwa ia tidak memiliki kepentingan apa pun untuk mengirimkan utusan ke partainya sendiri.

“Saya itu udah diem lho ya. Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam, dimaki-maki saya diam. Saya ngalah terus lho, tapi ada batasnya,” tegas Jokowi.

Pernyataan Puan yang mengajak semua pihak untuk fokus pada kepentingan bangsa disinyalir sebagai upaya meredakan ketegangan yang terus berkembang di tengah dinamika politik internal PDIP.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.