Puan Paparkan Capaian DPR: Sahkan Tiga UU hingga Perkuat Diplomasi Internasional

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, memaparkan berbagai capaian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Masa Sidang II Tahun 2024/2025, mulai dari penyelesaian legislasi, efisiensi anggaran, hingga pengawasan berbagai isu strategis.
“Capaian dalam legislasi ini merupakan komitmen bersama antara DPR dan pemerintah. Kinerja DPR bukan hanya tanggung jawab parlemen, tetapi juga eksekutif,” ujar Puan dalam Rapat Paripurna ke-16 Penutupan Masa Sidang II Tahun 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Dalam masa sidang ini, DPR bersama pemerintah telah mengesahkan tiga Undang-Undang (UU) penting, yaitu:
1. UU TNI
2. UU BUMN
3. UU Minerba
Selain itu, tujuh RUU masih dalam tahap pembahasan, di mana enam di antaranya merupakan RUU yang dibawa dari periode sebelumnya (carry over).
“DPR RI juga telah menyetujui 12 RUU usul inisiatif DPR yang akan segera dibahas lebih lanjut,” tambah Puan.
DPR juga menekankan efisiensi APBN Tahun Anggaran 2025 melalui rapat kerja dengan kementerian/lembaga terkait. DPR akan terus mengawal kebijakan efisiensi ini agar tetap berpihak kepada rakyat.
Baca Juga: Wakil Ketua MPR Desak Penegakan Hukum Tegas Usai KKB Serang Yahukimo
Dalam fungsi pengawasan, DPR menyoroti berbagai persoalan, di antaranya:
- Penanganan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di berbagai daerah.
- Kesiapan pemerintah menjelang Idul Fitri, termasuk stabilitas harga bahan pokok, pasokan BBM, dan kesiapan jalan tol untuk mudik.
- Masalah distribusi MinyaKita serta harga yang tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah.
- Keterlambatan pengangkatan CPNS dan PPPK yang telah lama dinantikan masyarakat.
- Kesiapan Pemilu 2024 dalam menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa daerah.
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang perlu pemerataan akses bagi masyarakat kurang mampu.
- Peningkatan kualitas pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"DPR RI melalui Alat Kelengkapan Dewan telah melakukan rapat-rapat bersama mitra kerja untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut," tegas Puan.
DPR juga membentuk Tim Pengawas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Tim Pengawas Penanganan Bencana untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Dalam fungsi diplomasi, DPR RI aktif menghadiri berbagai sidang parlemen global, termasuk Asian Parliamentary Assembly (APA) di Azerbaijan serta pertemuan bilateral dengan parlemen dari Iran, Australia, Palestina, Rusia, Turki, dan negara lainnya.
“Peran DPR dalam berbagai forum internasional diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia di dunia global,” ujar Puan.
Selain itu, DPR tengah bersiap menjadi tuan rumah Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang akan digelar di Jakarta pada Mei 2025.
Setelah penutupan Masa Sidang II ini, DPR RI akan memasuki masa reses dari 26 Maret hingga 16 April 2025.
“Masa reses adalah waktu bagi anggota DPR untuk turun ke dapil, bertemu rakyat, mendengar aspirasi, dan melaporkan kinerja yang telah dilakukan,” tutup Puan.
DPR menegaskan akan terus bekerja untuk rakyat melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, dengan harapan kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Microsoft Perkenalkan Agen AI untuk Membantu Keamanan Siber
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






