Prabowo Jangan Terjebak Opini Gerakan Pecah Belah, Fokus Perkuat Ekonomi Indonesia

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, disarankan agar fokus menjalankan roda pemerintahan tanpa perlu terganggu dengan upaya segelintir pihak yang melakukan gerakan-gerakan memecah belah.
Sebagaimana diketahui, belakangan ini muncul sejumlah gerakan untuk memecah belah antara Prabowo dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bahkan juga dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Seperti desakan Forum Purnawirawan TNI, untuk melengserkan Gibran dari posisi Wapres hingga tudingan ijazah palsu dan isu matahari kembar yang dialamatkan kepada Jokowi.
Baca Juga: Hindari Polemik, Presiden Prabowo Tidak Mau Gegabah Merespons Desakan Forum Purnawirawan TNI
"Jadi Pak Presiden sebaiknya tidak perlu menguras energi untuk merespons gerakan-gerakan macam ini. Tapi fokus bagaimana mengantisipasi potensi atau bahaya-bahaya yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia akibat pergeseran global hari ini," ucap pakar politik, Boni Hargens, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Boni menilai, yang perlu dilakukan Prabowo saat ini yaitu menciptakan keutuhan pemerintahan, rekonsolidasi kekuatan di internal guna menghadapi tantangan-tantangan nyata di depan mata seperti implikasi perang dagang China-Amerika.
"Kenaikan tarif kebijakan Amerika itu akan sangat berdampak terhadap kita dan kemungkinan gangguan di dalam konteks pergeseran global hari ini itu juga akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia," ujarnya.
Dia juga meyakini, bahwa Presiden Prabowo sudah memikirkan langkah strategis dalam mengatasi gerakan pecah belah tersebut tanpa terjebak opini yang berkembang.
"Menurut saya Pak Presiden tidak akan mungkin terjebak di dalam arus opini maupun oleh gerakan-gerakan (pecah belah) mereka," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








