Akurat
Pemprov Sumsel

Bahlil Tidak Masalah Kader Golkar Belum Jadi Presiden, yang Penting Kursi Parlemen Naik

Paskalis Rubedanto | 8 Mei 2025, 10:35 WIB
Bahlil Tidak Masalah Kader Golkar Belum Jadi Presiden, yang Penting Kursi Parlemen Naik

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tidak mempermasalahkan apabila kadernya belum mendapat kesempatan menduduki kursi Presiden maupun Wakil Presiden RI.

Bahlil, yang juga menjabat Menteri ESDM, justru menekankan agar kader-kader Golkar bisa meningkatkan jumlah kursi di lembaga legislatif.

"Bukan kita umumnya jadi presiden atau wakil presiden. Banyak juga Golkar yang tidak jadi presiden sama wakil presiden," katanya dalam Muspinas III Kosgoro 1957 di Jakarta, Rabu (7/5/2025) malam.

Baca Juga: Golkar: Pemilihan Gibran Sah secara Hukum, Tak Ada Pelanggaran untuk Pemakzulan

"Yang penting kursi naik. Jadi, jangan terjemahan lain-lain," ujarnya menambahkan.

Menurut Bahlil, menaikkan jumlah perolehan kursi Golkar merupakan tugasnya sebagai ketua umum.

Maka dari itu, dia meminta Kosgoro 1957 agar bisa mendukung tugas-tugasnya selama memimpin Golkar.

Baca Juga: Tak Ada Munaslub, Golkar Solid di Bawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia

"Jadi, ini biar jelas. Karena itu, peran dari Kosgoro dengan seluruh kader yang begitu hebat untuk meningkatkan kursi kita nanti di 2029. Kami sangat mengharapkan," jelasnya.

Bahlil pun meminta kepada seluruh kader agar bisa memaksimalkan kinerja.

Termasuk kader Golkar yang saat ini duduk di Kabinet Merah Putih agar tidak meninggalkan daerah pemilihan mereka.

Baca Juga: Golkar Akui SOKSI Satu di Bawah Kepemimpinan Ahmadi Noor Supit

"Jadi, saya akan meminta kepada semua anggota kabinet dari Partai Golkar, segera jangan tinggalkan dapil," tuturnya.

"Karena KPI (indikator kinerja utama) kita di partai itu kan kursi naik, kursi naik," tandas Bahlil.

Baca Juga: Fraksi Golkar Siap Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset Usai Dukungan Presiden Prabowo

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.