Akurat Logo

Misi Diplomatik Prabowo di Bangkok, Buka Lembar Baru Kemitraan RI–Thailand

Atikah Umiyani | 18 Mei 2025, 19:08 WIB
Misi Diplomatik Prabowo di Bangkok, Buka Lembar Baru Kemitraan RI–Thailand

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto akan menjalani serangkaian agenda kenegaraan penting dalam kunjungan resmi ke Thailand pada Senin (19/5/2025), yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyampaikan, kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam mempererat kemitraan Indonesia-Thailand di berbagai sektor.

"Presiden Prabowo akan melakukan agenda penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Thailand," ujar Yusuf kepada awak media di Bangkok, Minggu (18/5/2025).

Agenda akan diawali pukul 09.30 waktu setempat dengan audiensi resmi Presiden Prabowo bersama Raja Thailand, Yang Mulia Maha Vajiralongkorn, di Amphorn Royal Palace. Pertemuan ini menjadi simbol eratnya hubungan diplomatik kedua negara.

Usai bertemu Raja, Presiden akan menuju Government House untuk mengikuti upacara penyambutan kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra.

Upacara akan meliputi pengumandangan lagu kebangsaan, inspeksi pasukan kehormatan, dan perkenalan antar delegasi.

Baca Juga: Megawati Ingatkan Kepala Daerah PDIP: Jaga Integritas, Waspadai Jeratan Hukum

Agenda dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Paetongtarn, didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi seperti Menko Perekonomian, Menlu, Sekretaris Kabinet, dan Dubes RI di Bangkok.

Pertemuan akan membahas kerja sama di berbagai bidang strategis.

Usai pertemuan, kedua negara akan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen dalam memperluas kemitraan.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan jamuan santap siang resmi di Government House.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat persahabatan serta membuka peluang kerja sama baru antara Indonesia dan Thailand dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan ketahanan regional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.