Jenderal Dudung Tegaskan Tak Akan Maju Jadi Ketum PPP: Saya Belum Mau Berpolitik

AKURAT.CO Nama Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sempat mencuat sebagai salah satu kandidat calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jelang Muktamar 2025. Namun, spekulasi itu kini resmi ditepis.
Dudung memastikan tidak akan ikut dalam bursa calon ketum partai berlambang Kabah tersebut.
“Saya tidak berminat, belum mau berpolitik saya,” tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu kepada wartawan, Jumat (30/5/2025).
Pernyataan tegas tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara PPP, Usman Tokan, yang menyebut keputusan Dudung sebagai bagian dari dinamika wajar dalam politik partai.
“Sejak awal kami mendengar kabar beliau berkeinginan bergabung ke PPP, dan banyak kader menyambut baik. Tapi keputusan beliau untuk tidak maju juga kami hormati,” kata Usman.
Usman menambahkan, PPP sejak awal merupakan fusi dari partai-partai Islam—NU, Parmusi, Perti, dan PSII—dan tetap terbuka terhadap tokoh nasional mana pun yang ingin membesarkan partai demi memperkuat posisi politik umat Islam.
Baca Juga: Visa Haji Furoda 2025 Tak Terbit, Travel Merugi Miliaran, Calon Jemaah Gigit Jari
Menurut Usman, menjelang Muktamar PPP pada September 2025, dinamika internal partai sangat dinamis, terutama setelah PPP gagal lolos ke parlemen dalam Pemilu 2024.
“Setelah Gus Ipul menyatakan tidak sanggup memimpin, dan kini Pak Dudung juga memutuskan mundur dari bursa pencalonan, ini semua hal yang wajar,” ungkapnya.
Meski dua nama besar menyatakan tidak akan maju, Usman menilai kontestasi di internal PPP justru semakin menarik.
Ia memprediksi bahwa persaingan akan mengerucut kepada beberapa kandidat kuat, baik dari internal maupun eksternal partai.
“Ke depan akan semakin seru. Kita lihat nanti, pasti akan mengerucut ke beberapa nama. Baik kader senior maupun tokoh luar yang punya visi untuk membesarkan PPP,” jelasnya.
Saat ini, kata Usman, seluruh jajaran PPP dari tingkat pusat hingga daerah tengah mempersiapkan diri menyambut perhelatan besar lima tahunan partai.
Baca Juga: Menag Ingatkan Jemaah Haji: Fokus pada yang Wajib, Jangan Tertinggal Wukuf!
“Pengurus DPP, DPW, hingga DPC di seluruh Indonesia sedang berbenah menyambut pesta demokrasi internal, yaitu Muktamar PPP yang insya Allah akan digelar September 2025,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








