Muktamar PPP Ricuh, Siapa Caketum PPP Pilihan Kiai-kiai Jawa Timur?

AKURAT.CO Muktamar ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar pada 27–29 September 2025 diwarnai kericuhan. Perdebatan internal mengenai calon ketua umum (caketum) menjadi isu paling panas, terutama karena besarnya pengaruh para kiai dan ulama Jawa Timur yang dikenal sebagai basis tradisional PPP.
Sebelum muktamar dimulai, ratusan ulama, kiai, dan pengasuh pondok pesantren dari Jawa Timur serta sebagian Pantura Jawa Tengah sudah lebih dulu menggelar Silaturahmi dan Doa Bersama di Lamongan, Kamis (11/9/2025).
Acara yang diprakarsai Kiai Ali Yusuf itu dihadiri sejumlah tokoh ulama, antara lain Abah Yai Abdul Ghozali (Madiun), Ust. Nurul Huda (Kediri), Yai Mustofa (Mojokerto), Ust. Ainul Yaqin (Gresik), Kiai Mustaqim (Tuban), Ust. Marno (Bojonegoro), Kiai Khoiron (Ngawi), dan Kiai Hasyim (Sidoarjo).
Baca Juga: Muktamar PPP Ricuh, Salah Satu Calonnya Cucu Pendiri Pesantren Gontor
Dalam pernyataan sikap bersama, para ulama menegaskan dukungan mereka kepada Muhammad Mardiono, Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP periode 2020–2025. Mardiono dianggap berhasil menjaga soliditas partai setelah periode konflik kepemimpinan.
“Kami mendoakan agar Bapak Muhammad Mardiono senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin PPP, serta memohon beliau berkenan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP PPP periode 2025–2030,” ujar Kiai Ali Yusuf.
Para kiai juga berharap muktamar berjalan damai dan mampu menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan PPP. Mereka menegaskan, dukungan kepada Mardiono adalah upaya menjaga tradisi keulamaan dalam tubuh partai berlambang Ka'bah itu.
Meski begitu, dinamika internal masih berlangsung panas. Beberapa faksi tetap mendorong figur alternatif, termasuk dari kalangan kader muda dan tokoh senior yang ingin menguji pengaruh Mardiono. Kericuhan yang terjadi di arena muktamar pun disebut sebagai imbas tarik-menarik kepentingan antar kelompok.
Baca Juga: Muktamar PPP Ricuh, Berikut Sejumlah Kiai dan Ulama yang Masuk PPP
Sejumlah kiai dari Tapal Kuda hingga Mataraman mengingatkan agar kepemimpinan PPP pasca-muktamar mampu menyatukan semua faksi. “Kami tidak bicara siapa orangnya, tapi harus ada ketua yang bisa menyatukan, bukan malah menambah retak,” kata seorang kiai peserta muktamar.
Hingga berita ini diturunkan, dukungan kiai-kiai Jawa Timur cenderung solid mengarah kepada Mardiono, meski konstelasi politik internal PPP masih dinamis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







