Romahurmuziy Keliru jika Dukung Amran Sulaiman Jadi Calon Ketum PPP Hanya karena Jokowi

AKURAT.CO Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy (Rommy), dianggap terlalu pragmatis dan spekulatif dalam menjagokan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebagai kandidat ketua umum Partai Persatuan Pembangunan periode 2025-2030.
Pengamat komunikasi politik, Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa latar belakang Amran tidak sesuai dengan visi dan misi perjuangan PPP.
Sehingga, Amran dinilai tidak sejalan dengan ideologi PPP.
Baca Juga: Jenderal Dudung Tegaskan Tak Akan Maju Jadi Ketum PPP: Saya Belum Mau Berpolitik
"Karena itu, wajar bila dukungan Rommy terhadap Andi Amran mendapat penolakan di internal PPP. Rommy dituding ingin menggadaikan PPP ke calon eksternal, khususnya pengusaha," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (31/5/2025).
Di sisi lain, Jamiluddin melihat dukungan Rommy terhadap Amran juga cendrung spekulatif jika hanya dilandasi oleh rekomendasi mantan Presiden RI, Joko Widodo.
Dia curiga bahwa Rommy masih terpukau dengan sosok Jokowi dan menganggap siapa saja yang direkomendasikannya menjadi ketua umum pasti akan berhasil.
Baca Juga: PPP Bantah Jokowi Dijagokan Jadi Calon Ketum, Tidak Sejalan dengan Para Kiai
"Anggapan demikian tentu keliru, mengingat Jokowi saat ini hanya warga negara biasa. Jokowi sudah tidak punya kekuasaan yang dapat mendikte siapa saja untuk mengikuti kehendaknya," jelasnya.
Menurut Jamiluddin, saat ini citra dan reputasi Jokowi sudah rendah.
Sehingga menjadi kontraproduktif jika mendukung kandidat yang direkomendasikan oleh Jokowi.
Baca Juga: PPP: Jokowi Enggak Mau Masuk Partai Manapun, Apalagi Jadi Ketum
"Karena itu, menjadi kontraproduktif bila mendukung calon ketum PPP hasil rekomendasi Jokowi. Internal partai dan masyarakat akan antipati terhadap calon ketum PPP bila nantinya terpilih," ungkapnya.
Sebelumnya, Rommy mengaku sempat berdiskusi dengan Jokowi. Setelah itu, dia pun menjagokan Andi Amran Sulaiman untuk memimpin PPP.
Dia mengatakan bahwa kinerja dan kualitas Amran sudah diakui oleh Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Berpotensi Jadi Ketum PPP, Haji Isam Dinilai Jadi Kunci Alih Kuasa
Sehingga, dia menilai Amran adalah orang yang tepat untuk memimpin PPP.
"Beberapa kali diskusi saya dengan Pak Jokowi, termasuk yang di Solo. Memang salah satu sebab mengapa kemudian semakin fokus nama Pak Amran. Karena Pak Jokowi tahu persis kualitas dan totalitas Pak Amran jika diberikan sebuah amanah," ujar Rommy.
Pada kesempatan ini, Rommy menegaskan bahwa munculnya nama Amran sama sekali bukan atas dorongan Jokowi.
Baca Juga: PPP Disarankan Pinang Jokowi Jadi Ketua Umum agar Lolos Parlemen di 2029
"Apakah Pak Jokowi cawe-cawe soal nama Pak Amran? Sama sekali tidak. Beliau beberapa kali saya mintai pandangan, bagaimana cara paling efektif mengembalikan PPP ke Senayan. Saya memang menyampaikan sejumlah nama dan sepengetahuan Pak Jokowi, dari nama-nama tersebut, Pak Amran adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan PPP di 2029 mendatang," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








