DPR Belum Ambil Sikap, Ketua Komisi II Soroti Putusan MK yang Dinilai Kontradiktif

AKURAT.CO Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan, pihaknya hingga kini belum mengambil sikap resmi terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai keserentakan pemilu nasional dan lokal.
Menurut Rifqinizamy, keputusan tersebut masih dalam tahap pembahasan intensif di internal parlemen bersama pimpinan DPR RI dan sejumlah perwakilan pemerintah.
“DPR belum memberikan sikap resmi. Izinkan kami melakukan penelaahan secara serius terhadap putusan Mahkamah Konstitusi tersebut,” ujar Rifqi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (30/6/2025).
Ia menilai, putusan terbaru MK tersebut justru terkesan kontradiktif jika dibandingkan dengan putusan MK sebelumnya, khususnya Putusan MK Nomor 55/PUU-XVII/2019.
“Saya kira putusan Mahkamah Konstitusi itu, kalau kita bandingkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi sebelumnya, terkesan kontradiktif,” ungkapnya.
Dalam putusan MK 55/2019, lanjut Rifqi, MK memberi kewenangan kepada DPR sebagai pembentuk undang-undang untuk memilih salah satu dari enam model keserentakan pemilu yang diusulkan.
Baca Juga: Kementan Dorong Regenerasi Petani Lewat Saka Tarunabumi
“Dan salah satu model itu telah kami terapkan pada Pemilu 2024. Tapi di tahun 2025 ini, Mahkamah Konstitusi justru tidak memberi ruang kepada DPR untuk menentukan model keserentakan dalam revisi UU Pemilu. MK langsung menetapkan satu model tertentu,” jelasnya.
Karena itu, Rifqi meminta waktu bagi DPR untuk mencermati dan menafsirkan putusan tersebut secara tepat agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam implementasinya.
“Kami akan kaji secara mendalam agar tak salah tafsir ke depan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









