Akurat
Pemprov Sumsel

Muktamar PPP Ricuh, Berikut Sejumlah Kiai dan Ulama yang Masuk PPP

Fajar Rizky Ramadhan | 28 September 2025, 08:11 WIB
Muktamar PPP Ricuh, Berikut Sejumlah Kiai dan Ulama yang Masuk PPP

AKURAT.CO Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta diwarnai kericuhan yang menyebabkan sejumlah kader terluka. Insiden terjadi pada Sabtu (27/9/2025) malam, sesaat setelah pembukaan muktamar.

Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, mengaku prihatin dengan bentrokan yang menimpa peserta.

“Ada beberapa kader kami yang saat ini sedang ada di rumah sakit, yang mengalami cedera di bagian kepala, kemudian di bagian bibir, dan lain sebagainya,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Minggu (28/9/2025).

Keributan dipicu perbedaan pandangan antara kubu yang mendukung keberlanjutan kepemimpinan Mardiono dan kubu yang menginginkan perubahan ketua umum.

Baca Juga: Muktamar PPP Ricuh, Partai Ini Ternyata Dideklarasikan oleh Para Kiai

Meski demikian, Mardiono menegaskan dirinya telah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030, sembari menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait insiden tersebut.

Kericuhan ini kontras dengan sejarah PPP yang sejak awal didirikan dengan basis keulamaan. Bahkan, pada 2010, partai berlambang Ka’bah ini sempat menerima gelombang dukungan baru dari kalangan ulama Jawa Timur.

Deklarasi itu berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dan diterima langsung oleh Ketua Umum PPP kala itu, Suryadharma Ali. Sekjen PPP saat itu, M. Romahurmuzy, menegaskan pintu PPP selalu terbuka lebar bagi kiai dan ulama.

Sejumlah kiai besar yang masuk ke PPP pada momentum tersebut antara lain KH Idris Marzuqi, KH Miftakhul Akhyar, KH Mutawakkil ‘Alallah, KH Imam Yahya Mahrus, KH Huda Jazuli, hingga KH Anwar Iskandar.

Baca Juga: Pendukung Mardiono Gelar Doa Bersama Jelang Muktamar PPP

Mereka menegaskan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan pesantren sekaligus memperkuat posisi ulama dalam tubuh partai.

Dengan rekam jejak panjang tersebut, dinamika internal PPP hari ini memperlihatkan tantangan tersendiri bagi partai yang sejak awal dikenal sebagai “partainya para kiai.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.