Muktamar PPP Ricuh, Salah Satu Calonnya Cucu Pendiri Pesantren Gontor

AKURAT.CO Kericuhan mewarnai Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025). Sejumlah peserta mengalami luka-luka akibat bentrokan antarpendukung kandidat ketua umum.
Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, menegaskan bahwa dirinya sudah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030. Namun, proses penetapan itu diprotes sebagian peserta yang berujung pada benturan fisik.
“Ada beberapa kader kami yang saat ini dirawat di rumah sakit karena cedera,” kata Mardiono dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Minggu (28/9/2025).
Dalam bursa calon ketua umum, muncul tiga nama yang sempat digadang-gadang. Mereka adalah Muhammad Mardiono, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Husnan Bey Fananie, eks Duta Besar RI untuk Azerbaijan.
Baca Juga: Muktamar PPP Ricuh, Berikut Sejumlah Kiai dan Ulama yang Masuk PPP
Nama terakhir menarik perhatian publik karena ia merupakan cucu dari Raden Zainudin Fananie, salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Husnan, kelahiran Jakarta 13 November 1967, dikenal sebagai diplomat dan intelektual muslim. Ia pernah menjabat sebagai Dubes di Azerbaijan (2016–2020), serta aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Dalam struktur PPP, ia tercatat pernah menjadi Sekretaris Dewan Pakar pada periode 2003–2007.
Keterlibatan tokoh dengan latar belakang pesantren seperti Husnan Fananie semakin menegaskan tradisi panjang PPP sebagai partai yang lekat dengan ulama dan basis pendidikan Islam.
Meski muktamar kali ini diwarnai kericuhan, kiprah para tokoh berlatar pesantren masih dianggap sebagai faktor penting dalam arah baru partai Ka’bah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









