Anies Masih Sekadar Pembanding di Tengah Dominasi Prabowo

AKURAT.CO Hadirnya Partai Gerakan Rakyat dinilai belum secara signifikan menambah kekuatan politik bagi mantan calon presiden Anies Baswedan.
Keberadaan partai tersebut lebih menempatkan Anies sebagai figur pembanding terhadap kekuasaan saat ini.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai bahwa kekuatan politik Anies belum mampu menandingi Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai masih berhasil menarik perhatian publik melalui berbagai kebijakan populis.
“Harus dipahami bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik masih rendah, sementara kebijakan populis Presiden Prabowo masih cukup menarik. Karena itu, kehadiran Anies saat ini lebih sebagai pembanding dan belum memiliki kekuatan politik yang setara,” ujar Dedi saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).
Meski demikian, Dedi menilai, Anies tetap berpotensi menjadi alternatif pilihan politik bagi masyarakat, terutama jika muncul kekecewaan terhadap kinerja pemerintah.
Baca Juga: Berdirinya Partai Gerakan Rakyat Tak Menjamin Anies Maju Pilpres 2029
“Kebijakan dan corak politik Presiden Prabowo, Gibran, maupun Jokowi masih cukup dominan. Namun, jika muncul momentum kekecewaan publik, bukan tidak mungkin penyaluran aspirasi itu mengarah kepada Anies,” katanya.
Dari sisi kekuatan partai politik, Dedi memprediksi Partai Gerakan Rakyat akan menghadapi tantangan serupa dengan partai-partai lain, terutama dalam upaya menembus parlemen.
Ia menilai persaingan akan semakin ketat menjelang Pemilu 2029, seiring potensi munculnya partai-partai baru.
“Sebagian besar partai parlemen saat ini bertahan karena basis pemilih yang sudah mapan. Tidak ada partai yang mampu meraih pemilih baru secara signifikan. Di sisi lain, menjelang 2029 masih terbuka peluang munculnya partai-partai baru,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







